- Mintalah pikiran Anda untuk mengingat apa yang ingin Anda ingat.
- Simpan berkas, beri indeks dan rekam dengan baik di tempat yang baik pula.
- Jangan bingung jika Anda sedang melupakan sesuatu.
- Mintalah bantuan kepada pikiran bawah sadar.
- Berikan konteks dan latar belakang fakta dalam pikiran.
- Ubahlah fakta yang ada ke dalam format yang Anda miliki.
- Pahami suatu hal secara menyeluruh maka Anda akan mudah ingat.
- Hindari kerumitan informasi dengan membaginya menjadi komponen-komponen kecil.
- Buatlah skema pikiran-pikiran Anda.
- Yakini bahwa Anda bisa dan mampu untuk mengingat.
- Tetapkan hati untuk meningkatkan daya ingat Anda dan mulailah mengerjakan sesuatu dengan benar saat ini.
- Buanglah rasa rendah diri akan ingatan Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak berpikir sendirian dan bahwa orang lain juga memiliki masalah ingatan.
- Yakinlah dan jangan ragu-ragu dalam mengingat.
- Segera cari tahu apa yang membuat ingatan anda bermasalah dan pecahkan masalah Anda.
- Disiplinkan pikiran kita agar tidak mudah kacau.
- Pahami bahwa kapasitas pikiran Anda tidak terbatas.
- Hubungkan informasi-informasi Anda dengan cara membuat cerita-cerita pendek.
- Hubungkan informasi anda dengan benda-benda yang familiar dan mudah diingat.
- Hubungkan informasi benda dengan bunyi-bilangan contoh angka 1 untuk sepatu, 2 untuk gua dsb.
- Hubungkan informasi dengan bentuk benda lain. Misalnya tiang bendera mirip angka 1, bebek mirip angka 2 dsb.
- Hubungkan benda-benda dengan bunyi abjad.
- Hubungkan informasi dengan gabungan bentuk huruf dan angka.
- Hubungkan benda dengan jumlah himpunannya.
- Cocokkan dan kenali ciri khusus dari nama dan wajah seseorang.
- Jika ingin mengingat angka, carilah arti dari angka-angka tersebut.
- Ketahui kombinasi sebesar-besarnya dari bilangan dan asosiasikan angka-angka tersebut dengan kata-kata.
- Sampaikan informasi yang Anda ketahui pada orang lain melalui berbicara dan berpidato.
Senin, 08 Agustus 2011
Kuat daya ingat
da 27 cara menurut buku ini untuk memperkuat daya ingat Anda, antara lain :
Minggu, 07 Agustus 2011
Agar Hati Lunak
Segala puji bagi Allah, yang membentangkan tangan-Nya untuk menerima taubat hamba-hamba-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya, teladan bagi segenap manusia, yang menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus menuju ampunan dan ridha-Nya. Amma ba’du.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidaklah seorang hamba mendapatkan hukuman yang lebih berat daripada hati yang keras dan jauh dari Allah.” (al-Fawa’id, hal. 95).
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh celaka orang-orang yang berhati keras dari mengingat Allah, mereka itu berada dalam kesesatan yang amat nyata.” (QS. az-Zumar: 22).
Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, “Maksudnya, hati mereka tidak menjadi lunak dengan membaca Kitab-Nya, tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya, dan tidak merasa tenang dengan berzikir kepada-Nya. Akan tetapi hati mereka itu berpaling dari Rabbnya dan condong kepada selain-Nya…” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 722).
Ciri-Ciri Orang Berhati Keras
Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa ciri orang yang berhati keras itu adalah tidak lagi merespon larangan dan peringatan, tidak mau memahami apa maksud Allah dan rasul-Nya karena saking kerasnya hatinya. Sehingga tatkala setan melontarkan bisikan-bisikannya dengan serta-merta hal itu dijadikan oleh mereka sebagai argumen untuk mempertahankan kebatilan mereka, mereka pun menggunakannya sebagai senjata untuk berdebat dan membangkang kepada Allah dan rasul-Nya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 542)
Orang yang berhati keras itu tidak bisa memetik pelajaran dari nasehat-nasehat yang didengarnya, tidak bisa mengambil faedah dari ayat maupun peringatan-peringatan, tidak tertarik meskipun diberi motivasi dan dorongan, tidak merasa takut meskipun ditakut-takuti. Inilah salah satu bentuk hukuman terberat yang menimpa seorang hamba, yang mengakibatkan tidak ada petunjuk dan kebaikan yang disampaikan kepadanya kecuali justru memperburuk keadaannya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 225).
Orang yang memiliki hati semacam ini, tidaklah dia menambah kesungguhannya dalam menuntut ilmu melainkan hal itu semakin mengeraskan hatinya… Wal ‘iyadzu billah (kita berlindung kepada Allah darinya)… Maka sangat wajar, apabila sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu mengingatkan kita semua, “Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi hakekat ilmu itu adalah rasa takut.” Abdullah anak Imam Ahmad pernah bertanya kepada bapaknya, “Apakah Ma’ruf al-Kurkhi itu memiliki ilmu?!”. Imam Ahmad menjawab, “Wahai putraku, sesungguhnya dia memiliki pokok ilmu!! Yaitu rasa takut kepada Allah.” (lihat Kaifa Tatahammasu, hal. 12).
Sebab Hati Menjadi Keras
Sebab utama hati menjadi keras adalah kemusyrikan. Oleh sebab itu Ibnu Juraij rahimahullah menafsirkan ‘orang-orang yang berhati keras’ dalam surat al-Hajj ayat 53 sebagai orang-orang musyrik (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [5/326]). Demikian pula orang-orang yang bersikeras meninggalkan perintah-perintah Allah dan orang-orang yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah (baca: ahlul bid’ah); mereka menyelewengkan maksud ayat-ayat agar cocok dengan hawa nafsunya. Orang-orang seperti mereka adalah orang-orang yang berhati keras (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 225). Selain itu, faktor lain yang menyebabkan hati menjadi keras adalah berlebih-lebihan dalam makan, tidur, berbicara dan bergaul (lihat al-Fawa’id, hal. 95)
Lembut dan Kuatkan Hatimu!
Sudah semestinya seorang muslim -apalagi seorang penuntut ilmu!- berupaya untuk memelihara keadaan hatinya agar tidak menjadi hati yang keras membatu. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa hati seorang hamba akan menjadi sehat dan kuat apabila pemiliknya menempuh tiga tindakan:
1. Menjaga kekuatan hati. Kekuatan hati akan terjaga dengan iman dan wirid-wirid ketaatan.
2. Melindunginya dari segala gangguan/bahaya. Perkara yang membahayakan itu adalah dosa, kemaksiatan dan segala bentuk penyimpangan.
3. Mengeluarkan zat-zat perusak yang mengendap di dalam dirinya. Yaitu dengan senantiasa melakukan taubat nasuha dan istighfar untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukannya (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 25-26)
Sungguh indah perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Setiap hamba pasti membutuhkan waktu-waktu tertentu untuk menyendiri dalam memanjatkan doa, berzikir, sholat, merenung, berintrospeksi diri dan memperbaiki hatinya.” (dinukil dari Kaifa Tatahammasu, hal. 13). Ibnu Taimiyah juga berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi seekor ikan. Maka apakah yang akan terjadi apabila seekor ikan telah dipisahkan dari dalam air?” (lihat al-Wabil ash-Shayyib). Ada seseorang yang mengadu kepada Hasan al-Bashri, “Aku mengadukan kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka beliau menasehatinya, “Lembutkanlah ia dengan berdzikir.”
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menginginkan kejernihan hatinya hendaknya dia lebih mengutamakan Allah daripada menuruti berbagai keinginan hawa nafsunya. Hati yang terkungkung oleh syahwat akan terhalang dari Allah sesuai dengan kadar kebergantungannya kepada syahwat. Hancurnya hati disebabkan perasaan aman dari hukuman Allah dan terbuai oleh kelalaian. Sebaliknya, hati akan menjadi baik dan kuat karena rasa takut kepada Allah dan ketekunan berdzikir kepada-Nya.” (lihat al-Fawa’id, hal. 95)
Langkah Selanjutnya?
Dari keterangan-keterangan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa untuk menjaga hati kita agar tidak keras dan membatu adalah dengan cara:
1. Beriman kepada Allah dan segala sesuatu yang harus kita imani
2. Mentauhidkan-Nya, yaitu dengan mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada-Nya dan membebaskan diri dari segala bentuk penghambaan kepada selain-Nya
3. Melaksanakan ketaatan kepada-Nya dan taat kepada rasul-Nya
4. Meninggalkan perbuatan dosa, maksiat dan penyimpangan
5. Banyak mengingat Allah, ketika berada di keramaian maupun ketika bersendirian
6. Banyak bertaubat dan beristighfar kepada Allah untuk menghapus dosa-dosa kita
7. Menanamkan perasaan takut kepada Allah dan berusaha untuk senantiasa menghadirkannya dimana pun kita berada
8. Merenungi maksud ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
9. Selalu bermuhasabah/berintrospeksi diri untuk memperbaiki diri dan menjaga diri dari kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu
10. Bergantung kepada Allah dan mendahulukan Allah di atas segala-galanya
Ya Allah, lunakkanlah hati kami dengan mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu…
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Ikhlas. Mudah di sebut namun susah untuk didapati. Diibaratkan oleh seorang sahabat r.a. umpama semut hitam di atas batu hitam di malam yang pekat gelap. Begitulah susahnya mencapai darjat keikhlasan ini. Syeikh Al Khushairi seorang pengasas Tasauf menerangkan bahawa ikhlas itu ialah mengerjakan ibadah kerana ingin memperdekatkan diri kepada Allah s.w.t. bukan kerana untuk mencari kesayangan orang atau sesuatu hal yang lain selain daripada Allah Tuhan yang menjadikan kita.
Orang yang tidak mempunyai keikhlasan hati bererti dia hidup dan bekerja hanya untuk dorongan hawa nafsu sahaja yang merugikan diri sendiri saja. Padahal ALLAH TA'ala memerintahkan kita semua beramal dan beribadat dengan keikhlasan hati. Segala pengabdian diri terhadap Allah hendaklah dilakukan seikhlas-ikhlasnya dengan penuh kebenaran, keadilan, kebijaksanaan dan kesabaran, sepertimana firman Allah s.w.t. di dalam surah Al-A'raf
Maksudnya: "Hadapkanlah muka kamu dengan lurus, tulus dan ikhlas tiap-tiap mengerjakan sembahyang dan serulah Tuhanmu sambil mengikhlaskan diri kepadaNya"
Musuh utama bagi IKHLAS adalah RIYAK,UJUB,TAKBUR dan seangkatan dengannya. Sifat-sifat ini adalah racun berbisa yang dicucuk oleh syaitan yang adakalanya menyusup masuk ke hati tanpa kita sedari. Bagi yang sedar pula,susah baginya untuk menghindar dan bisanya mazmumah ini yang mana ia sangatlah berbahaya hingga boleh melumpuhkan iman dan tauhid manusia.
Muadz bin Jabal r.a. berkata:bersabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya sedikit riya' itu sudah termasuk syirik. DAn siapa yang memusuhi seorang waliyullah, bererti telah berperang dengan Allah. Dan Allah kasih sayang pada hambaNya yang taqwa."
Keikhlasan seseorang dalam amal perbuatannya tidak boleh dinilai melalui luaran sahaja. Hati yang ikhlas akan terpancar pada amalannya yang bersih dari riya' yang jelas mahupun yang samar.Keikhlasan seseorang yang abrar biasanya terarah kepada pahala yang dijanjikan Allah terhadap hambaNya yang ikhlas yang mengambil ayat "iyyaKa na'budu"(Hanya pada Mu kami menyembah dan tidak kami persekutukan Engkau dalam ibadat ini kepada sesuatu yang lain).
Keihlasan seseorang yang muqarrabin(dekat) pula ialah yang menerapkan pengertian "Laa haula wala quwwata illa billah" : Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada langsung kekuatan melainkan semuanya daripada Allah semata-mata. Golongan ini merasakan setiap amal dan ibadatnya hanyalah semata-mata kerana kurnia Allah padanya, bukan kerana ilmunya mahupun kekuatannya sendiri. Ini diambil dari ayat "iyyaka nasta'in": (Hanya padaMu kami mengharap bantuan pertolongan.)
Rasulullah SAW ada bersabda,
"Barangsiapa merendah diri, Allah akan memuliakannya dan barangsiapa meninggi diri Allah akan menghinanya"
Menurut Imam Al-Ghazali, keikhlasan itu sememangnya susah untuk didapati namun perlulah kita berusaha mendidik hati ke arah keikhlasan itu. Umpama seorang ibu yang mendidik seorang anak untuk mengerjakan solat,di awalnya pasti akan dipaksa dahulu sang anak untuk bersolat,bukan datang dari keinginan nya sendiri. Begitu juga dalam kita bekerja apatah lagi beribadat. Jangan jadikan statement "takut tidak ikhlas" sebagai alasan untuk tidak melaksanakan ibadat. Paksalah diri untuk melakukannya dengan niat untuk mencapai redha Allah dan mengharap balasan pahala darinya. Cuba untuk ikhlaskan sehabis mungkin meskipun pasti akan dicemari juga pada awalnya dengan rasa tidak ikhlas.
Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”
Bagi orang-orang 'alim pula berhati-hatilah dengan ilmu yang ada jangan sampai hilang keikhlasan dan timbul riyak atas kelebihan ilmu yang dimilikinya. Ibrahim bin Adham pernah berkata, tidak benar-benar bertujuan kepada Allah siapa yang ingin masyhur. Orang yang hatinya sentiasa ingin masyhur,dipandang,dipuja dan dipuji manusia lain bermaksud hatinya telah bernanah dengan bisa sifat riyak ini.
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap redha-Nya.”
Sentiasalah kita bermuhasabah pada setiap amalan kita. Utamakan pandangan ALLAH Ta'ala melebihi pandangan manusia. Takut-takut di akhirat sana nanti tiada apa yang tinggal untuk dipersembahkan pada Allah Ta'ala. Moga-moga Allah Ta'ala memelihara kita daripada sifat riyak ini. Ikhlaskanlah hati dan jiwa kita hanya mengharap kan Redha dari Allah semata-mata.
La haula wala quwwata illa billah.
Astaghfirullah al adzim.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidaklah seorang hamba mendapatkan hukuman yang lebih berat daripada hati yang keras dan jauh dari Allah.” (al-Fawa’id, hal. 95).
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh celaka orang-orang yang berhati keras dari mengingat Allah, mereka itu berada dalam kesesatan yang amat nyata.” (QS. az-Zumar: 22).
Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, “Maksudnya, hati mereka tidak menjadi lunak dengan membaca Kitab-Nya, tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya, dan tidak merasa tenang dengan berzikir kepada-Nya. Akan tetapi hati mereka itu berpaling dari Rabbnya dan condong kepada selain-Nya…” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 722).
Ciri-Ciri Orang Berhati Keras
Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa ciri orang yang berhati keras itu adalah tidak lagi merespon larangan dan peringatan, tidak mau memahami apa maksud Allah dan rasul-Nya karena saking kerasnya hatinya. Sehingga tatkala setan melontarkan bisikan-bisikannya dengan serta-merta hal itu dijadikan oleh mereka sebagai argumen untuk mempertahankan kebatilan mereka, mereka pun menggunakannya sebagai senjata untuk berdebat dan membangkang kepada Allah dan rasul-Nya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 542)
Orang yang berhati keras itu tidak bisa memetik pelajaran dari nasehat-nasehat yang didengarnya, tidak bisa mengambil faedah dari ayat maupun peringatan-peringatan, tidak tertarik meskipun diberi motivasi dan dorongan, tidak merasa takut meskipun ditakut-takuti. Inilah salah satu bentuk hukuman terberat yang menimpa seorang hamba, yang mengakibatkan tidak ada petunjuk dan kebaikan yang disampaikan kepadanya kecuali justru memperburuk keadaannya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 225).
Orang yang memiliki hati semacam ini, tidaklah dia menambah kesungguhannya dalam menuntut ilmu melainkan hal itu semakin mengeraskan hatinya… Wal ‘iyadzu billah (kita berlindung kepada Allah darinya)… Maka sangat wajar, apabila sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu mengingatkan kita semua, “Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi hakekat ilmu itu adalah rasa takut.” Abdullah anak Imam Ahmad pernah bertanya kepada bapaknya, “Apakah Ma’ruf al-Kurkhi itu memiliki ilmu?!”. Imam Ahmad menjawab, “Wahai putraku, sesungguhnya dia memiliki pokok ilmu!! Yaitu rasa takut kepada Allah.” (lihat Kaifa Tatahammasu, hal. 12).
Sebab Hati Menjadi Keras
Sebab utama hati menjadi keras adalah kemusyrikan. Oleh sebab itu Ibnu Juraij rahimahullah menafsirkan ‘orang-orang yang berhati keras’ dalam surat al-Hajj ayat 53 sebagai orang-orang musyrik (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [5/326]). Demikian pula orang-orang yang bersikeras meninggalkan perintah-perintah Allah dan orang-orang yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah (baca: ahlul bid’ah); mereka menyelewengkan maksud ayat-ayat agar cocok dengan hawa nafsunya. Orang-orang seperti mereka adalah orang-orang yang berhati keras (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 225). Selain itu, faktor lain yang menyebabkan hati menjadi keras adalah berlebih-lebihan dalam makan, tidur, berbicara dan bergaul (lihat al-Fawa’id, hal. 95)
Lembut dan Kuatkan Hatimu!
Sudah semestinya seorang muslim -apalagi seorang penuntut ilmu!- berupaya untuk memelihara keadaan hatinya agar tidak menjadi hati yang keras membatu. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa hati seorang hamba akan menjadi sehat dan kuat apabila pemiliknya menempuh tiga tindakan:
1. Menjaga kekuatan hati. Kekuatan hati akan terjaga dengan iman dan wirid-wirid ketaatan.
2. Melindunginya dari segala gangguan/bahaya. Perkara yang membahayakan itu adalah dosa, kemaksiatan dan segala bentuk penyimpangan.
3. Mengeluarkan zat-zat perusak yang mengendap di dalam dirinya. Yaitu dengan senantiasa melakukan taubat nasuha dan istighfar untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukannya (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 25-26)
Sungguh indah perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Setiap hamba pasti membutuhkan waktu-waktu tertentu untuk menyendiri dalam memanjatkan doa, berzikir, sholat, merenung, berintrospeksi diri dan memperbaiki hatinya.” (dinukil dari Kaifa Tatahammasu, hal. 13). Ibnu Taimiyah juga berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi seekor ikan. Maka apakah yang akan terjadi apabila seekor ikan telah dipisahkan dari dalam air?” (lihat al-Wabil ash-Shayyib). Ada seseorang yang mengadu kepada Hasan al-Bashri, “Aku mengadukan kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka beliau menasehatinya, “Lembutkanlah ia dengan berdzikir.”
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menginginkan kejernihan hatinya hendaknya dia lebih mengutamakan Allah daripada menuruti berbagai keinginan hawa nafsunya. Hati yang terkungkung oleh syahwat akan terhalang dari Allah sesuai dengan kadar kebergantungannya kepada syahwat. Hancurnya hati disebabkan perasaan aman dari hukuman Allah dan terbuai oleh kelalaian. Sebaliknya, hati akan menjadi baik dan kuat karena rasa takut kepada Allah dan ketekunan berdzikir kepada-Nya.” (lihat al-Fawa’id, hal. 95)
Langkah Selanjutnya?
Dari keterangan-keterangan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa untuk menjaga hati kita agar tidak keras dan membatu adalah dengan cara:
1. Beriman kepada Allah dan segala sesuatu yang harus kita imani
2. Mentauhidkan-Nya, yaitu dengan mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada-Nya dan membebaskan diri dari segala bentuk penghambaan kepada selain-Nya
3. Melaksanakan ketaatan kepada-Nya dan taat kepada rasul-Nya
4. Meninggalkan perbuatan dosa, maksiat dan penyimpangan
5. Banyak mengingat Allah, ketika berada di keramaian maupun ketika bersendirian
6. Banyak bertaubat dan beristighfar kepada Allah untuk menghapus dosa-dosa kita
7. Menanamkan perasaan takut kepada Allah dan berusaha untuk senantiasa menghadirkannya dimana pun kita berada
8. Merenungi maksud ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
9. Selalu bermuhasabah/berintrospeksi diri untuk memperbaiki diri dan menjaga diri dari kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu
10. Bergantung kepada Allah dan mendahulukan Allah di atas segala-galanya
Ya Allah, lunakkanlah hati kami dengan mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu…
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Ikhlas. Mudah di sebut namun susah untuk didapati. Diibaratkan oleh seorang sahabat r.a. umpama semut hitam di atas batu hitam di malam yang pekat gelap. Begitulah susahnya mencapai darjat keikhlasan ini. Syeikh Al Khushairi seorang pengasas Tasauf menerangkan bahawa ikhlas itu ialah mengerjakan ibadah kerana ingin memperdekatkan diri kepada Allah s.w.t. bukan kerana untuk mencari kesayangan orang atau sesuatu hal yang lain selain daripada Allah Tuhan yang menjadikan kita.
Orang yang tidak mempunyai keikhlasan hati bererti dia hidup dan bekerja hanya untuk dorongan hawa nafsu sahaja yang merugikan diri sendiri saja. Padahal ALLAH TA'ala memerintahkan kita semua beramal dan beribadat dengan keikhlasan hati. Segala pengabdian diri terhadap Allah hendaklah dilakukan seikhlas-ikhlasnya dengan penuh kebenaran, keadilan, kebijaksanaan dan kesabaran, sepertimana firman Allah s.w.t. di dalam surah Al-A'raf
Maksudnya: "Hadapkanlah muka kamu dengan lurus, tulus dan ikhlas tiap-tiap mengerjakan sembahyang dan serulah Tuhanmu sambil mengikhlaskan diri kepadaNya"
Musuh utama bagi IKHLAS adalah RIYAK,UJUB,TAKBUR dan seangkatan dengannya. Sifat-sifat ini adalah racun berbisa yang dicucuk oleh syaitan yang adakalanya menyusup masuk ke hati tanpa kita sedari. Bagi yang sedar pula,susah baginya untuk menghindar dan bisanya mazmumah ini yang mana ia sangatlah berbahaya hingga boleh melumpuhkan iman dan tauhid manusia.
Muadz bin Jabal r.a. berkata:bersabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya sedikit riya' itu sudah termasuk syirik. DAn siapa yang memusuhi seorang waliyullah, bererti telah berperang dengan Allah. Dan Allah kasih sayang pada hambaNya yang taqwa."
Keikhlasan seseorang dalam amal perbuatannya tidak boleh dinilai melalui luaran sahaja. Hati yang ikhlas akan terpancar pada amalannya yang bersih dari riya' yang jelas mahupun yang samar.Keikhlasan seseorang yang abrar biasanya terarah kepada pahala yang dijanjikan Allah terhadap hambaNya yang ikhlas yang mengambil ayat "iyyaKa na'budu"(Hanya pada Mu kami menyembah dan tidak kami persekutukan Engkau dalam ibadat ini kepada sesuatu yang lain).
Keihlasan seseorang yang muqarrabin(dekat) pula ialah yang menerapkan pengertian "Laa haula wala quwwata illa billah" : Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada langsung kekuatan melainkan semuanya daripada Allah semata-mata. Golongan ini merasakan setiap amal dan ibadatnya hanyalah semata-mata kerana kurnia Allah padanya, bukan kerana ilmunya mahupun kekuatannya sendiri. Ini diambil dari ayat "iyyaka nasta'in": (Hanya padaMu kami mengharap bantuan pertolongan.)
Rasulullah SAW ada bersabda,
"Barangsiapa merendah diri, Allah akan memuliakannya dan barangsiapa meninggi diri Allah akan menghinanya"
Menurut Imam Al-Ghazali, keikhlasan itu sememangnya susah untuk didapati namun perlulah kita berusaha mendidik hati ke arah keikhlasan itu. Umpama seorang ibu yang mendidik seorang anak untuk mengerjakan solat,di awalnya pasti akan dipaksa dahulu sang anak untuk bersolat,bukan datang dari keinginan nya sendiri. Begitu juga dalam kita bekerja apatah lagi beribadat. Jangan jadikan statement "takut tidak ikhlas" sebagai alasan untuk tidak melaksanakan ibadat. Paksalah diri untuk melakukannya dengan niat untuk mencapai redha Allah dan mengharap balasan pahala darinya. Cuba untuk ikhlaskan sehabis mungkin meskipun pasti akan dicemari juga pada awalnya dengan rasa tidak ikhlas.
Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”
Bagi orang-orang 'alim pula berhati-hatilah dengan ilmu yang ada jangan sampai hilang keikhlasan dan timbul riyak atas kelebihan ilmu yang dimilikinya. Ibrahim bin Adham pernah berkata, tidak benar-benar bertujuan kepada Allah siapa yang ingin masyhur. Orang yang hatinya sentiasa ingin masyhur,dipandang,dipuja dan dipuji manusia lain bermaksud hatinya telah bernanah dengan bisa sifat riyak ini.
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap redha-Nya.”
Sentiasalah kita bermuhasabah pada setiap amalan kita. Utamakan pandangan ALLAH Ta'ala melebihi pandangan manusia. Takut-takut di akhirat sana nanti tiada apa yang tinggal untuk dipersembahkan pada Allah Ta'ala. Moga-moga Allah Ta'ala memelihara kita daripada sifat riyak ini. Ikhlaskanlah hati dan jiwa kita hanya mengharap kan Redha dari Allah semata-mata.
La haula wala quwwata illa billah.
Astaghfirullah al adzim.
70 Dosa-Dosa Besar
70 Dosa Besar dalam Islam
Beberapa dosa besar atau kaba'ir dalam Islam adalah sebagai berikut:
1. Menyekutukan Allah atau Syirik
2. Membunuh manusia
3. Melakukan sihir
4. Meninggalkan shalat
5. Tidak mengeluarkan zakat
6. Tidak berpuasa ketika bulan Ramadhan tanpa alasan yang kuat
7. Tidak mengerjakan Haji walaupun berkecukupan
8. Durhaka kepada Ibu Bapa
9. Memutuskan silaturahim
10. Berzina
11. Melakukan sodomi atau homoseksual
12. Memakan riba
13. Memakan harta anak yatim
14. Mendustakan Allah S.W.T dan rasul-Nya
15. Lari dari medan perang
16. Pemimpin yang penipu dan kejam
17. Sombong
18. Saksi palsu
19. Meminum minuman beralkohol
20. Berjudi
21. Menuduh orang baik melakukan zina
22. Menipu harta rampasan perang
23. Mencuri
24. Merampok
25. Sumpah palsu
26. Berlaku zalim
27. Pemungut cukai yang zalim
28. Makan dari harta yang haram
29. Bunuh diri
30. Berbohong
31. Hakim yang tidak adil
32. Memberi dan menerima sogok
33. Wanita yang menyerupai lelaki dan sebaliknya juga
34. Membiarkan istri, anaknya atau anggota keluarganya yang lain berbuat mesum dan memfasilitasi anggota keluarganya tersebut untuk berbuat mesum
35. Menikahi wanita yang telah bercerai agar wanita tersebut nantinya bisa kembali menikah dengan suaminya terdahulu
36. Tidak melindungi pakaian dan tubuhnya dari terkena hadas kecil seperti air kencing atau kotoran
37. Riya atau suka pamer
38. Ulama yang memiliki ilmu namun tidak mau mengamalkan ilmunya tersebut untuk orang lain
39. Berkhianat
40. Mengungkit-ungkit pemberian
41. Mangingkari takdir Allah SWT
42. Mencari-cari kesalahan orang lain
43. Menyebarkan fitnah
44. Mengutuk umat Islam
45. Mengingkari janji
46. Percaya kepada sihir dan nujum
47. Durhaka kepada suami
48. Membuat patung
49. Menamparkan pipi dan meratap jika terkena bala
50. Menggangu orang lain
51. Berbuat zalim terhadap yg lemah
52. Menggangu tetangga
53. Menyakiti dan memaki orang Islam
54. Durhaka kepada hamba Allah S.W.T dan menggangap dirinya baik
55. Memakai pakaian labuhkan pakaian
56. Lelaki yang memakai sutera dan emas
57. Seorang hamba (budak) yang lari dari Tuannya
58. Sembelihan untuk selain dari Allah S.W.T
59. Seorang yang mengaku bahwa seseorang itu adalah ayahnya namun dia tahu bahwa itu tidak benar
60. Berdebat dan bermusuhan
61. Enggan memberikan kelebihan air
62. Mengurangi timbangan
63. Merasa aman dari kemurkaan Allah S.W.T
64. Putus asa dari rahmat Allah S.W.T
65. Meninggalkan sholat berjemaah tanpa alasan yang kuat
66. Meninggalkan Sholat Jumaat tanpa alasan yang kuat
67. Merebut hak warisan yang bukan miliknya
68. Menipu
69. Mengintip rahasia dan membuka rahasia orang lain
70. Mencela Nabi dan para sahabat beliau
Keagungan Al Quran 1
L QUR'AN YG BEGITU SANGAT MENGAGUMKAN
KEUNIKAN DAN KEAGUNGAN AL QUR'AN
Betapa mengagumkan Al Qur'an yg diciptakan dg brbagai keunikanY dan manfaatY.
Berikut ini adalah keunikan yg trdapat dlm Al Qu'ran sbg wujud keagungan & bukti bhw Al Qur'an benar2 wahyu dr الله SWT
A. Keseimbangan Kalimat Berantonim.
Didlm Al Qur'an disebutkan:
al-hayah (hidup) & al-mawt (mati) masing2 sebanyak 145 kali
al-naf (manfaat) & al-madharrah (mudharat) = 50 kali
al-har (panas) & al-bard (dingin) = 4 kali
al-shalihat (kebajikan) & al-sayyi'at (keburukan) = 167 kali
al-thumaninah (kelapangan/ketenangan) & al-dhiq (kesempitan/kekesalan) = 13 kali
al-rahbah (cemas) & al-raghbah (harap) = 8 kali
al-kufr (kufur) & al-iman (iman) = 17 kali
al- shayf (musim panas) & al-syita (musim dingin) = 1 kali
kata Laki2 dan Wanita = 24 kali
B. Keseimbangan Kata yg bersinonim.
al-harts & al-zira'ah (brtani/mmbajak) = 14 kali
al-'ushb & al-dhurur (sombong/angkuh) = 27 kali
al-dhallun & al-mawta (orang sesat/mati) = 17 kali
al-aql & an-nur (akal/cahaya) = 49 kali
al-Qur'an, al-wahyu & al-islam (alquran,wahyu,islam) = 70 kali
al-jahr & al-'alaniyah (nyata) = 16 kali
C. Keseimbangan antara kata yg menunjukkan akibatY.
al-infak (sedekah,amal,pemberian) & al-ridha (kerelaan) = 73 kali
al-bukhl (kekikiran) & al-hasarah (penyesalan) = 12 kali
al-kafirun (orang kafir) & al-nar/al-ahraq (neraka/pembakaran) = 154 kali
al-zakah (zakat/penyucian) & al-barakat (kebaikan yg bnyak) = 32 kali
al-fahisyah (kekejian) & al-ghadhb (murka) = 26 kali
D. Keseimbangan jumlah kata dgn kata yg mnjadi penyebabY.
al-israf (pemborosan) & al-sur'ah (ktergesa gesaan) = 23 kali
al-maw'izhah (nasihat) & al-lisan (lidah) = 25 kali
al-asra (tawanan) & al-harb (perang) = 6 kali
al-salam (kedamaian) & al-thayyibat (kebajikan) = 60 kali
E. Keseimbangan Khusus
1. Kata ANJING (kalb) dipersamakan dgn KAUM YG MENDUSTAKAN AYAT2 KAMI (al qawmul ladzi na kadzdabu bi ayatina - QS. 7:176). sama2 diulang 5 kali.
PersamaanY :
Jika kamu menghalau/membiarkannya, maka ia tetap menjulurkan lidahY
2. Kata yawn (hari) dlm bntuk tunggal dlm Al Qur'an brjumlah 365 kali, sejumlah hari dlm setahun.
Kata Yawn dlm bentuk plural (ayyam, yawmayni) berjumlah 30, jumlah hari dlm sebulan.
3. Kata Bulan (syahr, syahrul) dlm al Qur'an hanya trdapat 12 kali, sama dgn jumlah bulan dlm setahun
4. Kalimat basmallah tidak trdapat diawal surat At-Taubah (surat ke 9) tp pada surat An-Naml (surat ke 27) trdpt 2 bacaan basmallah, yaitu pd pembukaan surat & ayat ke 30.
5. Dan lain lain
AL QUR'AN SEBAGAI KITAB
SIGN DAN SAINS
Subkhanallah, Al Qur'an telah mmberitahukan ilmu (Sains) melalui tanda2 (Sign) sejak ribuan thn lalu.
1. Sign & Sains Sejarah
a. Awal Surah Ar-Rum mmberitakan ttg kekalahan & kemenangan Romawi.
Fakta:
Romawi dikalahkan oleh Persia pd thn 614M.
Stelah kekalahanY, 9 tahun kmudian Romawi menaklukan Persia pd thn 622M, tepat saat kaum Muslim menang dlm perang Badar.
b. Surat Yunus ayat 92 menegaskan ttg "pengawetan" jazad Fir'aun musuh Nabi Musa a.s oleh الله SWT.
Fakta:
Pd thn 1896, Loret - seorg ahli purbakala, menemukan jazad Fir'aun yg bernama Maniptah, yg pernah mengejar Nabi Musa a.s.
Pd 8 Juli 1908, Elliot Smith membuka pembalut2 Fira'un tsb & menemukan jazad yg utuh.
Jazad tsb skrg disimpan di Museum Kairo.
C. Dan brbagai ilmu sejarah lainY yg kini trbukti melalui penelitian2 ilmiah (banjir nuh, ka'bah dll)
2. Sign & Sains Geology dan Kelautan
a. Surat An-Naml ayat 28 menjelaskn ttg gunung2 ......yg berjalan.
Fakta :
Dr hasil rekaman satelit dibuktikan bhw Jazirah Arab dan gunung2Y brgerak mndekati Iran bbrp sentimeter tiap tahunY.
b. Perbandingan Lautan dan Bumi.
Mari kita hitung :-)
Kata al bahar (lautan) disebutkan 32 kali.
Kata al bar (daratan) disebutkan 13 kali
matematikaY :
lautan + daratan =
32 + 13 = 45
dikalikan dlm perbandingan prosentase :
Lautan =
32 : 45 x 100% = 71,1%
Daratan =
13 : 45 x 100% = 28,9%
Fakta :
Perbandingan lautan dan daratan adlh 71,1% : 28,9% dan bila dijumlahkan hasilY adlh 100%
c. Surat Ar-Rahman ayat 19-20 & Al-Furqon ayat 53 menjelaskan ttg terpisahY air laut dan air tawar.
Fakta:
Prof. Jackues Yves Costeau (oceanografer) yg sring muncul di Discovery, menemukan bbrp mata air tawar ditengah kedalaman lautan.
Mata air tawar tsb tdk brcampur dgn air laut, berbeda kadar kimia, warna & rasaY.
Prof. Jackues masuk islam stelah melihat surat Ar-Rahman & Al-Furqon yg ditunjukkan oleh seorang profesor muslim.
3. Sign & Sains Biology
a. Surat An-Nisa ayat 56 menjelaskan bhw luka bakar yg cukup dlm tdk menimbulkan sakit.
Fakta :
Prof. Keith Moore (Embriolog) dr Kanada, Amerika setelah mengutip surat An-Nisa ayat 56 telah menemukan fakta bhw kulit trdiri dr 3 lapisan global : Epidermis, Dermis & Sub Cutis.
Pd sub cutis trdapat bnyak ujung2 syaraf & darah.
Jika kulit trbakar hingga lapisan ini (Combustion grade III), rasa nyeri akibat luka bakar TIDAK AKAN TERASA krn ujung2 syaraf afferent dan efferent tdk berfungsi/rusak.
b. Penemuan trbaru Dr. Ahmad Khan bhw ada ayat Al Qur'an dlm Kromosom.
Melalui penelitian pada kromosom diketahui pada kode rantai kodon Nucleotida T, C, G dan A masing2 kode akan menghasilkan huruf2 arab yg bila dirangkaikan akan mmbentuk ayat2 الله
swt.
Ayat pertama yg brhasil ditemukan & dirangkai adlh :
"Bismillahirachmannirrachim. Iqra bismirrabbika ladzi khalq"
(Q.S Ql-Alaq)
4. Sign dan Sains Fisika
a. Q.S 10 : 5 menjelaskan ttg cahaya matahari yg brsumber dr diriY sendiri, sedang cahaya bulan adlh pantulan
Fakta :
telah jelas bhw cahaya matahari berasal dr pembakaran2 Unsur2 pembentuk api yg aktif sehingga trbentuk cahaya.
Sementara bulan hanya memantulkan sinar matahari.
b. Surat Yassin ayat 37 menjelaskan ttg perubahan siang & malam.
c. Surat Yassin ayat 38 - 40 menjelaskan ttg adaY orbit bulan, matahari trmasuk planet2.
Fakta :
melalui penelitian2 dan bukti ilmiah, telah diketahui bhw bulan, matahari (bintang) & planet2 mempunyai garis edar/orbit.
d. Surat Al Qamar ayat 1 memberitakan bhw bulan pernah terbelah
Fakta :
KEUNIKAN DAN KEAGUNGAN AL QUR'AN
Betapa mengagumkan Al Qur'an yg diciptakan dg brbagai keunikanY dan manfaatY.
Berikut ini adalah keunikan yg trdapat dlm Al Qu'ran sbg wujud keagungan & bukti bhw Al Qur'an benar2 wahyu dr الله SWT
A. Keseimbangan Kalimat Berantonim.
Didlm Al Qur'an disebutkan:
al-hayah (hidup) & al-mawt (mati) masing2 sebanyak 145 kali
al-naf (manfaat) & al-madharrah (mudharat) = 50 kali
al-har (panas) & al-bard (dingin) = 4 kali
al-shalihat (kebajikan) & al-sayyi'at (keburukan) = 167 kali
al-thumaninah (kelapangan/ketenangan) & al-dhiq (kesempitan/kekesalan) = 13 kali
al-rahbah (cemas) & al-raghbah (harap) = 8 kali
al-kufr (kufur) & al-iman (iman) = 17 kali
al- shayf (musim panas) & al-syita (musim dingin) = 1 kali
kata Laki2 dan Wanita = 24 kali
B. Keseimbangan Kata yg bersinonim.
al-harts & al-zira'ah (brtani/mmbajak) = 14 kali
al-'ushb & al-dhurur (sombong/angkuh) = 27 kali
al-dhallun & al-mawta (orang sesat/mati) = 17 kali
al-aql & an-nur (akal/cahaya) = 49 kali
al-Qur'an, al-wahyu & al-islam (alquran,wahyu,islam) = 70 kali
al-jahr & al-'alaniyah (nyata) = 16 kali
C. Keseimbangan antara kata yg menunjukkan akibatY.
al-infak (sedekah,amal,pemberian) & al-ridha (kerelaan) = 73 kali
al-bukhl (kekikiran) & al-hasarah (penyesalan) = 12 kali
al-kafirun (orang kafir) & al-nar/al-ahraq (neraka/pembakaran) = 154 kali
al-zakah (zakat/penyucian) & al-barakat (kebaikan yg bnyak) = 32 kali
al-fahisyah (kekejian) & al-ghadhb (murka) = 26 kali
D. Keseimbangan jumlah kata dgn kata yg mnjadi penyebabY.
al-israf (pemborosan) & al-sur'ah (ktergesa gesaan) = 23 kali
al-maw'izhah (nasihat) & al-lisan (lidah) = 25 kali
al-asra (tawanan) & al-harb (perang) = 6 kali
al-salam (kedamaian) & al-thayyibat (kebajikan) = 60 kali
E. Keseimbangan Khusus
1. Kata ANJING (kalb) dipersamakan dgn KAUM YG MENDUSTAKAN AYAT2 KAMI (al qawmul ladzi na kadzdabu bi ayatina - QS. 7:176). sama2 diulang 5 kali.
PersamaanY :
Jika kamu menghalau/membiarkannya, maka ia tetap menjulurkan lidahY
2. Kata yawn (hari) dlm bntuk tunggal dlm Al Qur'an brjumlah 365 kali, sejumlah hari dlm setahun.
Kata Yawn dlm bentuk plural (ayyam, yawmayni) berjumlah 30, jumlah hari dlm sebulan.
3. Kata Bulan (syahr, syahrul) dlm al Qur'an hanya trdapat 12 kali, sama dgn jumlah bulan dlm setahun
4. Kalimat basmallah tidak trdapat diawal surat At-Taubah (surat ke 9) tp pada surat An-Naml (surat ke 27) trdpt 2 bacaan basmallah, yaitu pd pembukaan surat & ayat ke 30.
5. Dan lain lain
AL QUR'AN SEBAGAI KITAB
SIGN DAN SAINS
Subkhanallah, Al Qur'an telah mmberitahukan ilmu (Sains) melalui tanda2 (Sign) sejak ribuan thn lalu.
1. Sign & Sains Sejarah
a. Awal Surah Ar-Rum mmberitakan ttg kekalahan & kemenangan Romawi.
Fakta:
Romawi dikalahkan oleh Persia pd thn 614M.
Stelah kekalahanY, 9 tahun kmudian Romawi menaklukan Persia pd thn 622M, tepat saat kaum Muslim menang dlm perang Badar.
b. Surat Yunus ayat 92 menegaskan ttg "pengawetan" jazad Fir'aun musuh Nabi Musa a.s oleh الله SWT.
Fakta:
Pd thn 1896, Loret - seorg ahli purbakala, menemukan jazad Fir'aun yg bernama Maniptah, yg pernah mengejar Nabi Musa a.s.
Pd 8 Juli 1908, Elliot Smith membuka pembalut2 Fira'un tsb & menemukan jazad yg utuh.
Jazad tsb skrg disimpan di Museum Kairo.
C. Dan brbagai ilmu sejarah lainY yg kini trbukti melalui penelitian2 ilmiah (banjir nuh, ka'bah dll)
2. Sign & Sains Geology dan Kelautan
a. Surat An-Naml ayat 28 menjelaskn ttg gunung2 ......yg berjalan.
Fakta :
Dr hasil rekaman satelit dibuktikan bhw Jazirah Arab dan gunung2Y brgerak mndekati Iran bbrp sentimeter tiap tahunY.
b. Perbandingan Lautan dan Bumi.
Mari kita hitung :-)
Kata al bahar (lautan) disebutkan 32 kali.
Kata al bar (daratan) disebutkan 13 kali
matematikaY :
lautan + daratan =
32 + 13 = 45
dikalikan dlm perbandingan prosentase :
Lautan =
32 : 45 x 100% = 71,1%
Daratan =
13 : 45 x 100% = 28,9%
Fakta :
Perbandingan lautan dan daratan adlh 71,1% : 28,9% dan bila dijumlahkan hasilY adlh 100%
c. Surat Ar-Rahman ayat 19-20 & Al-Furqon ayat 53 menjelaskan ttg terpisahY air laut dan air tawar.
Fakta:
Prof. Jackues Yves Costeau (oceanografer) yg sring muncul di Discovery, menemukan bbrp mata air tawar ditengah kedalaman lautan.
Mata air tawar tsb tdk brcampur dgn air laut, berbeda kadar kimia, warna & rasaY.
Prof. Jackues masuk islam stelah melihat surat Ar-Rahman & Al-Furqon yg ditunjukkan oleh seorang profesor muslim.
3. Sign & Sains Biology
a. Surat An-Nisa ayat 56 menjelaskan bhw luka bakar yg cukup dlm tdk menimbulkan sakit.
Fakta :
Prof. Keith Moore (Embriolog) dr Kanada, Amerika setelah mengutip surat An-Nisa ayat 56 telah menemukan fakta bhw kulit trdiri dr 3 lapisan global : Epidermis, Dermis & Sub Cutis.
Pd sub cutis trdapat bnyak ujung2 syaraf & darah.
Jika kulit trbakar hingga lapisan ini (Combustion grade III), rasa nyeri akibat luka bakar TIDAK AKAN TERASA krn ujung2 syaraf afferent dan efferent tdk berfungsi/rusak.
b. Penemuan trbaru Dr. Ahmad Khan bhw ada ayat Al Qur'an dlm Kromosom.
Melalui penelitian pada kromosom diketahui pada kode rantai kodon Nucleotida T, C, G dan A masing2 kode akan menghasilkan huruf2 arab yg bila dirangkaikan akan mmbentuk ayat2 الله
swt.
Ayat pertama yg brhasil ditemukan & dirangkai adlh :
"Bismillahirachmannirrachim. Iqra bismirrabbika ladzi khalq"
(Q.S Ql-Alaq)
4. Sign dan Sains Fisika
a. Q.S 10 : 5 menjelaskan ttg cahaya matahari yg brsumber dr diriY sendiri, sedang cahaya bulan adlh pantulan
Fakta :
telah jelas bhw cahaya matahari berasal dr pembakaran2 Unsur2 pembentuk api yg aktif sehingga trbentuk cahaya.
Sementara bulan hanya memantulkan sinar matahari.
b. Surat Yassin ayat 37 menjelaskan ttg perubahan siang & malam.
c. Surat Yassin ayat 38 - 40 menjelaskan ttg adaY orbit bulan, matahari trmasuk planet2.
Fakta :
melalui penelitian2 dan bukti ilmiah, telah diketahui bhw bulan, matahari (bintang) & planet2 mempunyai garis edar/orbit.
d. Surat Al Qamar ayat 1 memberitakan bhw bulan pernah terbelah
Fakta :
Keagungan Al Quran
Inilah beberapa keagungan Al Qur'an sebagai kitab suci
1. Ditulis dalam bahasa Arab.
Didunia ini tidak ada bahasa yang sanggup bertahan hingga 2000
tahun selain bahasa arab. Bahasa Inggris yang saudara
sanjung-sanjung itu, apabila anda membaca bahasa Inggris seribu
tahun yang lalu pasti anda tidak mengerti lagi artinya. Demikian
bahasa Belanda. Kalau saudara baca buku bahasa Belanda yang
berumur tiga ratus tahun itu, pasti saudara tidak mengerti
lagi.Demikian pula bahasa Perancis dan Italia. Bahkan bahasa
Indonesia selama enam puluh tahun saja sudah berganti tiga kali.
Dan saudara tentu asing membacanya. Didunia ini tidak ada bahasa
yang tetap hebat dan sanggup mempertahankan keasliannya selain
bahasa arab.
Sekarang bahasa arab menjadi bahasa resmi PBB selain Inggris,
Perancis, spanyol dan China.
Itulah bahasa Arab, bahasa kesatuan umat islam sedunia.
Umat Yahudi tidak punya bahasa kesatuan. Demikian juga umat kristen.
Sebab itulah Muhammad saw bansa arab dipilih menjadi rasul
terakhir, sebab hanya bahasa arab yang bisa tahan hidup selama-
lamanya.
Maaf, sekiranya Yesus dan Musa lahir lagi didunia sekarang, lalu
berpidato, tidak ada seorang pun yang akan mengerti maksudnya.
Tetapi kalau Nabi Muhammad saw muncul kepermukaan dan berpidato,
lebih dari 500 juta akan mengerti maksudnya.
Pada tahu 1950 datang utusan PBB yang berkebangsaan australia yang
ditugaskan PBB untuk menyelidiki terjemahan Alkitab di seluruh
indonesia. Karena Alkitab sudah diterjemahkan dalam beribu bahasa
sehingga sudah banyak perbedaan dan bentuk aslinya. Utusan PBB itu
kagum kepada umat Islam yang masih mempunyai kitab suci sesuai
bahasa aslinya, tidak seperti Alkitab.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa semua kata-kata, suara, bunyi
yang pernah disuarakan dan dibunyikan dipermukaan bumi ini sejak
dahulu kala sampai sekarang semua tetap tercatat di dalam eather
(angkasa) dan dapat ditangkap dengan alat penangkap suara yang ada
sekarang. seorang sarjana amerika yang sudah lama memperdalam
penyelidikan untuk menangkap semua suara, sudah berhasil menangkap
suara nabi Muhammad saw, karena paling dekat waktunya pada masa
sekarang. Dan bahasa yang dipakai nabi Muhammad adalah bahasa arab
yang dipakai sekarang ini juga. suara nabi-nabi lain juga
tertangkap tapi susah untuk mempahamkannya. Karena bahasa para
nabi dan rasul selain Muhammad saw sudah tidak dipakai lagi
sekarang. Dikabarkan bahwa sarjana amerika itu akhirnya masuk
Islam, tapi tak lama kemudian ia mati terbunuh. Itulah keunggulan
bahasa Arab, bahasa Al Quran dan bahasa persatuan muslim sedunia.
2. Tiada suatu bacaan pun sejak manusia mengenal tulisan 5000 tahun
yang lalu yang tetap keadaannya seperti aslinya. Sejak Al Quran
diturunkan pada nabi Muhammad saw dan dibukukan pada jaman kalifah
Usman bin affan ra sampai sekarang tetap sama persis. Tetap sama
dalam ejaan, cara baca, dan tulisannya. Tidak pernah Al Quran
mengalami revisi, perubahan, penambahan dan pengurangan ayatnya.
Bagaimana mungkin manusia yang sangat terbatas ini mampu merevisi,
penambah atau mengurangi ayat-ayat Tuhan pencipta Jagat raya?
Sungguh suatu bacaan yang amat sempurna dan mulia. Al Qur'an
adalah satu- satunya kitab suci yang mampu bertahan sampai 15 abad
dalam keasliannya, bahkan sampai hari kiamat. Hal ini diakui lawan
maupun kawan.
"Dapatlah diketahui dengan jelas, teks al Quran yang terakhir dan
terlengkap di bukukan lagi sekitar dua puluh tahun setelah wafatnya
Muhammad. dan ternyata sampai sekarang isinya sama seperti semula
dijaman hidupnya Muhammad, tanpa ada perubahan, pengurangan yang
dilakukan oleh pemeluknya. Patut disesalkan keaslian seperti Al
Quran tersebut tidak pernah kita jumpai pada semua kitab-kitab
baik yang terdapat dalam perjanjian lama maupun dalam perjanjian
baru". (F.F Arbunthnot, The Contruction of Bible and Kor'an London
1885 hal 5).
3. Tiada suatu bacaan pun yang dibaca oleh ratusan juta orang (
baik yang mengerti artinya maupun yang tidak ) bahkan dihafal
redaksinya huruf demi huruf seperti halnya Al Quran. Lalu anehnya
juara baca Al Quran kebanyakan justru dari mereka yang bahasa
ibunya bukan bahasa Al Quran.
4. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang dihafal huruf demi
huruf oleh berjuta-juta orang dalam setiap masa dalam waktu hampir
lima belas abad. Dalam setiap masa terdapat berjuta-juta penghafal
al Quran di seluruh dunia. Bahkan banyak sekali anak-anak kecil
berumur kurang dari 10 tahun di Mesir, Qatar dan saudi arabia
telah hafal Al Quran. Sebagai contoh Imam Syafi'i hafal Al Quran
umru 6 tahun, atau sekarang yang masih hidup yaitu DR Yusuf
Qardawi hafal Al Quran sebelum genap berumur 10 tahun.
5. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang mendapat perhatian
begitu serius. Perhatian yang tidak hanya tertuju pada sejarah
secara umum tetapi sejarah turunnya ayat demi ayat, baik dari
masa, musim dan waktu turunnya sampai kepada sebab-sebab turunnya
atau kali-kali turunnya. Tidak ada satu pun kitab suci didunia ini
yang terperinci dan tercatat secara rinci tentang sebab-sebab
turunnya ayat- demi ayat.
6. Tiada suatu bacaan pun didunia ini selain Al Quran yang
dipelajari redaksinya, bukan hanya dari segi penempatan kata demi
kata, serta pemilihan kata tersebut, bahkan sampai kesan-kesan yang
ditimbulkan oleh jiwa pembacanya, dan kemudian al Quran ditulis
ratusan ribu jilid tafsirnya generasi demi generasi hingga saat
ini.
7. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang diatur tata cara
membacanya, mana yang harus dipanjangkan, dipendekan, dipertebal,
atau diperhalus suaranya. Dimana tempat yang terlarang, boleh atau
harus bermula dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai
etika ketika membacanya.
8. Tiada suatu bacaan pun selain al Quran yang dipelajari, dibaca
dan dipelihara aneka macam cara membacanya.
9. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang dihitung jumlahnya,
bukan hanya jumlah surat-suratnya tetapi sampai kepada ayat,
kalimat, kata dan hurufnya sekalipun, dan kemudian ditemukan
rahasia - rahasia yang amat mengagumkan dari perimbangan jumlah
bilangan kata-katanya. Sebagai contoh, DR Rasyad Khalifah,
cendikiawan Mesir yang tinggal di Amerika, telah mengadakan riset
terhadap al Quran dengan menggunakan komputer yang canggih, untuk
menghitung jumlah kata-kata, kalimat bahkan huruf yang terdapat
dalam Al Quran. Hasil risetnya kemudian menghasilkan Buku "Miracle
of The Quran", yang diterbitkan Islamic Production International
in St. Louis mo USA. Silahkan pesan buku tersebut yang beredar
luas di AS. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa
* Surat Qaf. yaitu surat pendek diawali hanya dengan huruf Qaf.
Kita hitung huruf Qaf yang ada pada surah ini, dimana kita akan
menemukan sebanyak 57 huruf. Kemudian kita ambil surat Asyura yang
panjang nya dua kali lipat surat Qaf dimana huruf Qaf itu sebanyak
57 pada awalannya. Baiklah kita jumlah 57+57=114 angka ini
merupakan jumlah surat dalam Al Quran.
* Surat Ar-Ra'ad (13). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim raa". Kebanyakan ulama menyandarkan rangkaian huruf ini kepada
Allah, Hanya Allah yang tahu maksudnya. Tetapi setelah dihitung
dengan komputer yang canggih menunjukan bahwa surat itu mengandung
huruf terbanyak dengan urutan sebagai berikut Alif 625 huruf, laam
479 huruf, mim 260 huruf, raa 137 huruf. Itulah jumlah huruf
terbanyak dalam surat yang diawali huruf alif laam miim raa. Apakah
ini suatu kebetulan? Mungkinkah Muhammad saw yang mengarang Al
Quran? Mungkinkah Muhammad saw berpikir bahwa saya akan mengarang
suatu surat diawali huruf alif laam miim raa dan itulah
huruf-huruf terbanyak dalam surat itu? Hanya Allah saja yang mampu
berbuat demikian.
* Surat Al Baqarah (2). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim". Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif
sebanyak 4592 huruf, Laam sebanyak 3204 huruf, dan miim sebanyak
2195 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Baqarah.
* Surat Ali Imran (3). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim". Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif
sebanyak 2578 huruf, Laam sebanyak 1885 huruf, dan miim sebanyak
1251 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Imran.
* Surat Al ankabut (29). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim". Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif
sebanyak 784 huruf, Laam sebanyak 554 huruf, dan miim sebanyak 344
huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Ankabut.
* Surat Ar Rum (30). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim". Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif
sebanyak 547 huruf, Laam sebanyak 396 huruf, dan miim sebanyak 318
huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Ar Ruum.
* Demikian juga Alif laam miim shaad pada surat al a'raf (7).
Itulah urutan jumlah terbesar dalam surat itu.
* Pada surat Tha Haa, huruf Thaa dan Haa sebagai huruf terbanyak
diantara surat-surat yang turun di Mekkah.
* Huruf kaaf haa yaa 'aiin shaad pada awal surat Maryam merupakan
huruf terbanyak dalam surat itu, bahkan lebih banyak daripada yang
dikandung surat-surat Al Quran lainnya yang turun di Mekkah.
* Surat-surat yang bermula dengan huruf alif laam raa seperti surat
Ibrahim (14), Yunus (10), Hud (11), Yusuf (12) dan Al Hijr (15),
jika ketiga huruf itu digabung, akan merupakan angka yang
terbesar.
Itulah keagungan al quran dalam hal perimbangan kata-kata maupun
huruf-hurufnya, yang hal itu tidak mungkin di jumpai dalam kitab
manapun di dunia ini. "Allahlah yang menurunkan Kitab (Al Quran)
dengan kebenaran dan timbangan". QS 42:17.
10. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang mempunyai
perimbangan kata-kata yang sangat mengagumkan.
Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. * Al
hayah / kehidupan dan al maut / kematian masing-masing sebanyak
145 kali tersebut dalam Al quran. * An naf / manfaat dan al
fasad / kerusakan masing-masing 50 kali tersebut. * Al har /
panas dan al bard / dingin masing-masing tersebut 4 kali dalam Al
Quran. * Ash shalihat / kebaikan dan as sayyiat / keburukan
masing-masing 167 kali. * Al kufr / kafir dan al iman / iman
masing - masing 17 kali. * Ash shaif / musim panas dan asy
syita' / musim dingin masing- masing 1 kali. * Ar rahbah / cemas,
takut dan ar raghbah / harap, ingin masing - masing 8 kali.
Itulah salah satu contoh keseimbangan kata-kata dalam Al Quran.
jika belum puas silahkan merujuk pada buku "Miracle of The Quran"
oleh Rasyad Khalifah.
11. "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya
mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan
mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang
jauh". (QS Al Hajj 27).
Sungguh hebat ramalan al quran tersebut. Disaat nabi saw
mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari
kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu
itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang orang menunaikan
ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang
menyangsikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun
jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah
suci Mekkah dan Medinah. Sungguh tepatlah ramalan Al Quran.
12. "Barangsiapa dikehendaki Allah diberi petunjuk, niscaya Allah
akan melapangkan dadanya untuk berserah diri (kepada Allah). dan
barangsiapa yang dikehendaki sesat, maka Allah menjadikan dadanya
sempit dan sesak seolah-olah ia naik kelangit" (QS Al An'am 125).
Dari siapakah Muhammad saw tahu kalau kita naik kelangit akan sesak
nafas kita karena kekurangan oksigen? Ayat ini turun 14 abad yang
lalu yang belum ada penelitian tentang langit.
13. "Allah menciptakan kamu didalam perut Ibu mu tahap kejadian
demi tahap kejadian didalam gelap yang tiga". Qs Az Zumar Dalam
pameran Islam di London terpampang kaligrafi dengan tulisan ayat
Al Quran tersebut, berserta terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Lalu masuklah dokter ahli bedah kandungan bangsa inggris, yang
jelas tak beragama Islam. setelah melihat benda yang dipajang
akhirnya ia melihat kaligrafi tersebut. Tentu ia tidak tahu huruf
kaligrafi tersebut, tapi setelah membaca terjemahannya ia sungguh
kagum dan heran. Sebagai ahli kandungan dia mengetahui bahwa bayi
yang terdapat dalam rahim ibunya di lindungi oleh tiga lapisan
selaput halus tapi kuat. selaput itu adalah Amnion membrane,
Decudea membrane, dan Chorion membrane. Dokter tiu terpesona
karena mengetahui ayat itu turun 14 abad yang lalu, disaat bangsa
Eropa dan amerika tenggelam dalam kebodohan. Dari mana Muhammad
saw tahu bahwa dalam rahim ada tiga kegelapan yang harus di lewati
si bayi, yaitu tiga selaput membrane tersebut?
14. "Tidakkah orang kafir memperhatikan bahwa langit dan bumi itu
tadinya merupakan satu yang padu, kemudian Kami memisahkannya dan
Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa
mereka tidak juga beriman?" (QS Al Anbiya' 30).
Tentang keterpaduan alam raya tersebut diatas dibenarkan oleh
obsevasi para ilmuan.
Observasi edwin P huble (1889-1953) melalui teropong raksasa pada
tahun 1929 menunjukan bahwa adanya pemuaian alam raya. berarti ini
alam berekspansi (QS Adz Dzariyat 47), bukan statis seperti dugaan
einstein (1879-1955). Ekspansi ini melahirkan miliaran galaksi.
Bila ditari ke belakang disimpulkan bahwa alam raya ini dulunya
satu kesatuan yang padu (QSAl Anbiya' 30). Gumpalan yang satu padu
itulah yang akhirnya meledak yang dikenal dengan istilah Big Bang.
Dari mana Muhammad saw mengetahui semua itu? Dari Allah tentunya,
pencipta Big Bang itu sendiri.
15. "Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun
diikutioleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam
berkatalah dia, "Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan
yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah
diri'. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu
durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat
kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu
menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan
sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan
kami". (QS yunus 90-92).
Yang perlu digarisbawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan
badanmu. Bagaimana Muhammad saw akan menyampaikan ayat ini pada
kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Mana Muhammad badan
firaun yang diselamatkan itu? Begitulah kira-kira ejekan kaum
kafir. Bagaimana nabi saw akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia
hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah
SWT? Kalau sekiranya Al Quran itu karangan Muhammad saw, apa
susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi
bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada
umatnya. Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazat
tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli
1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun
dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musim Mesir.
Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin
untuk melakukanpenelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan
menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut.
Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah
Dengan Segala FirmanNya.
15. "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan);
yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia
jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S
Al Furqan :53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi
`Discovery' pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli
kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke
berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film
dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan
pemirsa di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut,
tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang
sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan
air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau
membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya
untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di
tengah- tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya
halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu
setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban
yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim,
kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu
teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat
Ar- Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan
Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa
barzakhun laa yabghiyaan..." ertinya "Dia biarkan dua lautan
bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus."
Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu,
dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan
tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai,
di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air
asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya
dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi
"Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan" artinya "Keluar dari
keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu,
melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah
dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun
oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum
ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh
terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad
yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata
bahwa Al Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi
firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan
seketika ia pun memeluk Islam.
Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena
teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu
Al `Azhim.
Oleh: Nugie S
1. Ditulis dalam bahasa Arab.
Didunia ini tidak ada bahasa yang sanggup bertahan hingga 2000
tahun selain bahasa arab. Bahasa Inggris yang saudara
sanjung-sanjung itu, apabila anda membaca bahasa Inggris seribu
tahun yang lalu pasti anda tidak mengerti lagi artinya. Demikian
bahasa Belanda. Kalau saudara baca buku bahasa Belanda yang
berumur tiga ratus tahun itu, pasti saudara tidak mengerti
lagi.Demikian pula bahasa Perancis dan Italia. Bahkan bahasa
Indonesia selama enam puluh tahun saja sudah berganti tiga kali.
Dan saudara tentu asing membacanya. Didunia ini tidak ada bahasa
yang tetap hebat dan sanggup mempertahankan keasliannya selain
bahasa arab.
Sekarang bahasa arab menjadi bahasa resmi PBB selain Inggris,
Perancis, spanyol dan China.
Itulah bahasa Arab, bahasa kesatuan umat islam sedunia.
Umat Yahudi tidak punya bahasa kesatuan. Demikian juga umat kristen.
Sebab itulah Muhammad saw bansa arab dipilih menjadi rasul
terakhir, sebab hanya bahasa arab yang bisa tahan hidup selama-
lamanya.
Maaf, sekiranya Yesus dan Musa lahir lagi didunia sekarang, lalu
berpidato, tidak ada seorang pun yang akan mengerti maksudnya.
Tetapi kalau Nabi Muhammad saw muncul kepermukaan dan berpidato,
lebih dari 500 juta akan mengerti maksudnya.
Pada tahu 1950 datang utusan PBB yang berkebangsaan australia yang
ditugaskan PBB untuk menyelidiki terjemahan Alkitab di seluruh
indonesia. Karena Alkitab sudah diterjemahkan dalam beribu bahasa
sehingga sudah banyak perbedaan dan bentuk aslinya. Utusan PBB itu
kagum kepada umat Islam yang masih mempunyai kitab suci sesuai
bahasa aslinya, tidak seperti Alkitab.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa semua kata-kata, suara, bunyi
yang pernah disuarakan dan dibunyikan dipermukaan bumi ini sejak
dahulu kala sampai sekarang semua tetap tercatat di dalam eather
(angkasa) dan dapat ditangkap dengan alat penangkap suara yang ada
sekarang. seorang sarjana amerika yang sudah lama memperdalam
penyelidikan untuk menangkap semua suara, sudah berhasil menangkap
suara nabi Muhammad saw, karena paling dekat waktunya pada masa
sekarang. Dan bahasa yang dipakai nabi Muhammad adalah bahasa arab
yang dipakai sekarang ini juga. suara nabi-nabi lain juga
tertangkap tapi susah untuk mempahamkannya. Karena bahasa para
nabi dan rasul selain Muhammad saw sudah tidak dipakai lagi
sekarang. Dikabarkan bahwa sarjana amerika itu akhirnya masuk
Islam, tapi tak lama kemudian ia mati terbunuh. Itulah keunggulan
bahasa Arab, bahasa Al Quran dan bahasa persatuan muslim sedunia.
2. Tiada suatu bacaan pun sejak manusia mengenal tulisan 5000 tahun
yang lalu yang tetap keadaannya seperti aslinya. Sejak Al Quran
diturunkan pada nabi Muhammad saw dan dibukukan pada jaman kalifah
Usman bin affan ra sampai sekarang tetap sama persis. Tetap sama
dalam ejaan, cara baca, dan tulisannya. Tidak pernah Al Quran
mengalami revisi, perubahan, penambahan dan pengurangan ayatnya.
Bagaimana mungkin manusia yang sangat terbatas ini mampu merevisi,
penambah atau mengurangi ayat-ayat Tuhan pencipta Jagat raya?
Sungguh suatu bacaan yang amat sempurna dan mulia. Al Qur'an
adalah satu- satunya kitab suci yang mampu bertahan sampai 15 abad
dalam keasliannya, bahkan sampai hari kiamat. Hal ini diakui lawan
maupun kawan.
"Dapatlah diketahui dengan jelas, teks al Quran yang terakhir dan
terlengkap di bukukan lagi sekitar dua puluh tahun setelah wafatnya
Muhammad. dan ternyata sampai sekarang isinya sama seperti semula
dijaman hidupnya Muhammad, tanpa ada perubahan, pengurangan yang
dilakukan oleh pemeluknya. Patut disesalkan keaslian seperti Al
Quran tersebut tidak pernah kita jumpai pada semua kitab-kitab
baik yang terdapat dalam perjanjian lama maupun dalam perjanjian
baru". (F.F Arbunthnot, The Contruction of Bible and Kor'an London
1885 hal 5).
3. Tiada suatu bacaan pun yang dibaca oleh ratusan juta orang (
baik yang mengerti artinya maupun yang tidak ) bahkan dihafal
redaksinya huruf demi huruf seperti halnya Al Quran. Lalu anehnya
juara baca Al Quran kebanyakan justru dari mereka yang bahasa
ibunya bukan bahasa Al Quran.
4. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang dihafal huruf demi
huruf oleh berjuta-juta orang dalam setiap masa dalam waktu hampir
lima belas abad. Dalam setiap masa terdapat berjuta-juta penghafal
al Quran di seluruh dunia. Bahkan banyak sekali anak-anak kecil
berumur kurang dari 10 tahun di Mesir, Qatar dan saudi arabia
telah hafal Al Quran. Sebagai contoh Imam Syafi'i hafal Al Quran
umru 6 tahun, atau sekarang yang masih hidup yaitu DR Yusuf
Qardawi hafal Al Quran sebelum genap berumur 10 tahun.
5. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang mendapat perhatian
begitu serius. Perhatian yang tidak hanya tertuju pada sejarah
secara umum tetapi sejarah turunnya ayat demi ayat, baik dari
masa, musim dan waktu turunnya sampai kepada sebab-sebab turunnya
atau kali-kali turunnya. Tidak ada satu pun kitab suci didunia ini
yang terperinci dan tercatat secara rinci tentang sebab-sebab
turunnya ayat- demi ayat.
6. Tiada suatu bacaan pun didunia ini selain Al Quran yang
dipelajari redaksinya, bukan hanya dari segi penempatan kata demi
kata, serta pemilihan kata tersebut, bahkan sampai kesan-kesan yang
ditimbulkan oleh jiwa pembacanya, dan kemudian al Quran ditulis
ratusan ribu jilid tafsirnya generasi demi generasi hingga saat
ini.
7. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang diatur tata cara
membacanya, mana yang harus dipanjangkan, dipendekan, dipertebal,
atau diperhalus suaranya. Dimana tempat yang terlarang, boleh atau
harus bermula dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai
etika ketika membacanya.
8. Tiada suatu bacaan pun selain al Quran yang dipelajari, dibaca
dan dipelihara aneka macam cara membacanya.
9. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang dihitung jumlahnya,
bukan hanya jumlah surat-suratnya tetapi sampai kepada ayat,
kalimat, kata dan hurufnya sekalipun, dan kemudian ditemukan
rahasia - rahasia yang amat mengagumkan dari perimbangan jumlah
bilangan kata-katanya. Sebagai contoh, DR Rasyad Khalifah,
cendikiawan Mesir yang tinggal di Amerika, telah mengadakan riset
terhadap al Quran dengan menggunakan komputer yang canggih, untuk
menghitung jumlah kata-kata, kalimat bahkan huruf yang terdapat
dalam Al Quran. Hasil risetnya kemudian menghasilkan Buku "Miracle
of The Quran", yang diterbitkan Islamic Production International
in St. Louis mo USA. Silahkan pesan buku tersebut yang beredar
luas di AS. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa
* Surat Qaf. yaitu surat pendek diawali hanya dengan huruf Qaf.
Kita hitung huruf Qaf yang ada pada surah ini, dimana kita akan
menemukan sebanyak 57 huruf. Kemudian kita ambil surat Asyura yang
panjang nya dua kali lipat surat Qaf dimana huruf Qaf itu sebanyak
57 pada awalannya. Baiklah kita jumlah 57+57=114 angka ini
merupakan jumlah surat dalam Al Quran.
* Surat Ar-Ra'ad (13). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim raa". Kebanyakan ulama menyandarkan rangkaian huruf ini kepada
Allah, Hanya Allah yang tahu maksudnya. Tetapi setelah dihitung
dengan komputer yang canggih menunjukan bahwa surat itu mengandung
huruf terbanyak dengan urutan sebagai berikut Alif 625 huruf, laam
479 huruf, mim 260 huruf, raa 137 huruf. Itulah jumlah huruf
terbanyak dalam surat yang diawali huruf alif laam miim raa. Apakah
ini suatu kebetulan? Mungkinkah Muhammad saw yang mengarang Al
Quran? Mungkinkah Muhammad saw berpikir bahwa saya akan mengarang
suatu surat diawali huruf alif laam miim raa dan itulah
huruf-huruf terbanyak dalam surat itu? Hanya Allah saja yang mampu
berbuat demikian.
* Surat Al Baqarah (2). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim". Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif
sebanyak 4592 huruf, Laam sebanyak 3204 huruf, dan miim sebanyak
2195 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Baqarah.
* Surat Ali Imran (3). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim". Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif
sebanyak 2578 huruf, Laam sebanyak 1885 huruf, dan miim sebanyak
1251 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Imran.
* Surat Al ankabut (29). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim". Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif
sebanyak 784 huruf, Laam sebanyak 554 huruf, dan miim sebanyak 344
huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Ankabut.
* Surat Ar Rum (30). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam
miim". Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif
sebanyak 547 huruf, Laam sebanyak 396 huruf, dan miim sebanyak 318
huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Ar Ruum.
* Demikian juga Alif laam miim shaad pada surat al a'raf (7).
Itulah urutan jumlah terbesar dalam surat itu.
* Pada surat Tha Haa, huruf Thaa dan Haa sebagai huruf terbanyak
diantara surat-surat yang turun di Mekkah.
* Huruf kaaf haa yaa 'aiin shaad pada awal surat Maryam merupakan
huruf terbanyak dalam surat itu, bahkan lebih banyak daripada yang
dikandung surat-surat Al Quran lainnya yang turun di Mekkah.
* Surat-surat yang bermula dengan huruf alif laam raa seperti surat
Ibrahim (14), Yunus (10), Hud (11), Yusuf (12) dan Al Hijr (15),
jika ketiga huruf itu digabung, akan merupakan angka yang
terbesar.
Itulah keagungan al quran dalam hal perimbangan kata-kata maupun
huruf-hurufnya, yang hal itu tidak mungkin di jumpai dalam kitab
manapun di dunia ini. "Allahlah yang menurunkan Kitab (Al Quran)
dengan kebenaran dan timbangan". QS 42:17.
10. Tiada suatu bacaan pun selain Al Quran yang mempunyai
perimbangan kata-kata yang sangat mengagumkan.
Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. * Al
hayah / kehidupan dan al maut / kematian masing-masing sebanyak
145 kali tersebut dalam Al quran. * An naf / manfaat dan al
fasad / kerusakan masing-masing 50 kali tersebut. * Al har /
panas dan al bard / dingin masing-masing tersebut 4 kali dalam Al
Quran. * Ash shalihat / kebaikan dan as sayyiat / keburukan
masing-masing 167 kali. * Al kufr / kafir dan al iman / iman
masing - masing 17 kali. * Ash shaif / musim panas dan asy
syita' / musim dingin masing- masing 1 kali. * Ar rahbah / cemas,
takut dan ar raghbah / harap, ingin masing - masing 8 kali.
Itulah salah satu contoh keseimbangan kata-kata dalam Al Quran.
jika belum puas silahkan merujuk pada buku "Miracle of The Quran"
oleh Rasyad Khalifah.
11. "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya
mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan
mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang
jauh". (QS Al Hajj 27).
Sungguh hebat ramalan al quran tersebut. Disaat nabi saw
mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari
kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu
itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang orang menunaikan
ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang
menyangsikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun
jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah
suci Mekkah dan Medinah. Sungguh tepatlah ramalan Al Quran.
12. "Barangsiapa dikehendaki Allah diberi petunjuk, niscaya Allah
akan melapangkan dadanya untuk berserah diri (kepada Allah). dan
barangsiapa yang dikehendaki sesat, maka Allah menjadikan dadanya
sempit dan sesak seolah-olah ia naik kelangit" (QS Al An'am 125).
Dari siapakah Muhammad saw tahu kalau kita naik kelangit akan sesak
nafas kita karena kekurangan oksigen? Ayat ini turun 14 abad yang
lalu yang belum ada penelitian tentang langit.
13. "Allah menciptakan kamu didalam perut Ibu mu tahap kejadian
demi tahap kejadian didalam gelap yang tiga". Qs Az Zumar Dalam
pameran Islam di London terpampang kaligrafi dengan tulisan ayat
Al Quran tersebut, berserta terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Lalu masuklah dokter ahli bedah kandungan bangsa inggris, yang
jelas tak beragama Islam. setelah melihat benda yang dipajang
akhirnya ia melihat kaligrafi tersebut. Tentu ia tidak tahu huruf
kaligrafi tersebut, tapi setelah membaca terjemahannya ia sungguh
kagum dan heran. Sebagai ahli kandungan dia mengetahui bahwa bayi
yang terdapat dalam rahim ibunya di lindungi oleh tiga lapisan
selaput halus tapi kuat. selaput itu adalah Amnion membrane,
Decudea membrane, dan Chorion membrane. Dokter tiu terpesona
karena mengetahui ayat itu turun 14 abad yang lalu, disaat bangsa
Eropa dan amerika tenggelam dalam kebodohan. Dari mana Muhammad
saw tahu bahwa dalam rahim ada tiga kegelapan yang harus di lewati
si bayi, yaitu tiga selaput membrane tersebut?
14. "Tidakkah orang kafir memperhatikan bahwa langit dan bumi itu
tadinya merupakan satu yang padu, kemudian Kami memisahkannya dan
Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa
mereka tidak juga beriman?" (QS Al Anbiya' 30).
Tentang keterpaduan alam raya tersebut diatas dibenarkan oleh
obsevasi para ilmuan.
Observasi edwin P huble (1889-1953) melalui teropong raksasa pada
tahun 1929 menunjukan bahwa adanya pemuaian alam raya. berarti ini
alam berekspansi (QS Adz Dzariyat 47), bukan statis seperti dugaan
einstein (1879-1955). Ekspansi ini melahirkan miliaran galaksi.
Bila ditari ke belakang disimpulkan bahwa alam raya ini dulunya
satu kesatuan yang padu (QSAl Anbiya' 30). Gumpalan yang satu padu
itulah yang akhirnya meledak yang dikenal dengan istilah Big Bang.
Dari mana Muhammad saw mengetahui semua itu? Dari Allah tentunya,
pencipta Big Bang itu sendiri.
15. "Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun
diikutioleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam
berkatalah dia, "Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan
yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah
diri'. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu
durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat
kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu
menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan
sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan
kami". (QS yunus 90-92).
Yang perlu digarisbawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan
badanmu. Bagaimana Muhammad saw akan menyampaikan ayat ini pada
kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Mana Muhammad badan
firaun yang diselamatkan itu? Begitulah kira-kira ejekan kaum
kafir. Bagaimana nabi saw akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia
hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah
SWT? Kalau sekiranya Al Quran itu karangan Muhammad saw, apa
susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi
bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada
umatnya. Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazat
tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli
1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun
dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musim Mesir.
Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin
untuk melakukanpenelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan
menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut.
Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah
Dengan Segala FirmanNya.
15. "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan);
yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia
jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S
Al Furqan :53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi
`Discovery' pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli
kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke
berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film
dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan
pemirsa di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut,
tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang
sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan
air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau
membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya
untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di
tengah- tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya
halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu
setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban
yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim,
kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu
teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat
Ar- Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan
Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa
barzakhun laa yabghiyaan..." ertinya "Dia biarkan dua lautan
bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus."
Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu,
dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan
tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai,
di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air
asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya
dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi
"Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan" artinya "Keluar dari
keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu,
melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah
dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun
oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum
ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh
terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad
yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata
bahwa Al Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi
firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan
seketika ia pun memeluk Islam.
Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena
teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu
Al `Azhim.
Oleh: Nugie S
Langganan:
Postingan (Atom)