Selasa, 13 Maret 2012

DOA UNTUK ORANG SAKIT


Doa Untuk Orang Sakit
by Anyoel KotoKers™ on 07:25 AM, 01-Dec-11
Category: Hadits Shahih
Description: http://anyoel.mywapblog.com/files/bismillah01.png
Assalamualaikum temen semua'a.. Segala puji hanya kepunyaan Allah, Shalawat dan salam dilimpahkan kepada kunjungan Nabi besar Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam, tiada lagi Nabi sesudahnya.

Alhamdulillah anyoel masih diberi kesempatan untuk posting yang insyaALLAH berguna buat kita semua terutama saya pribadi sendiri.. Kali ini tentang Doa Untuk Orang Sakit.Silahkan disimakDescription: smile

Aisjah r.a. berkata : adanya Nabi Salallahu Alaihi Wasalam jika didatangi oleh orang yang mengeluh sakit atau luka, Maka Nabi Salallahu Alaihi Wasalam meletakkan jari telunjuknya ke tanah dan diludahi sedikit, kemidian diusapkan kepada apa yang dirasakan sambil berdoa : BISMILLAHI TURBATU ARDLINA BIRIQOTI BA'DLINA YUSYFA SAQIMUNA BI'IDZNI ROBBINA (Dengan nama Allah tanah kami dengan ludah setengah dari kami, semoga disembuhkan orang sakit ini dengan izin Allah). (HR. Bukhari, Muslim.)

Aisjah r.a. berkata : adalah Nabi Salallahu Alaihi Wasalam berziyarah kepada salah seorang keluarganya yang sedang sakit maka ia mengusap-usap si sakit dengan tangan kanannya sambil membaca : Allahumma Robbannas, Adz-hibil ba'sa isyfi antasy-syafi la syifa'a illa syifa'uka syifa'an la yughadiru saqoman (Ya Allah Tuhan dari semua manusia, hilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali dari padaMu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi). (HR. Bukhari, Muslim).

Anas r.a. berkata kepada Tsabit : Sukakah aku menjampi kau dengan jampi Rasulullah..? Jawab Tsabit : Baiklah. Maka Anas membaca Allahumma Robbannas Mudzhibal-bas, isy fi antasy-syafi, la syafiya illa anta syifa'an la yughadiru saqoman ( Ya Allah Tuhan semua manusia, yang menghalaukan segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang menyembuhkan, tiada yang menyembuhkan kecuali Engkau, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi). (HR. Bukhari)

Ibn Abbas r.a. berkata : Bersabda Rasulullah : Siapa yang menjenguk/menengok orang sakit yang belum tiba ajalnya, kemudian dibacakan do'a ini tujuh kali, pasti Allah menyembuhkannya dari itu penyakit. Yaitu : Asalullahal adhim, robbal arsyil adhim an-yasyfiyaka 7x. . (Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung. Tuhan yang mempunyai arasy yang besar, semoga Allah menyembuhkan engkau) (HR. Abu Dawud, Attirmidzy dan Alhakim).

Ibn Abbas r.a. berkata : Rasulullah menjenguk kepada orang badwi, dan biasa Rasulullah jika menjenguk pada orang sakit berkata : La Ba'sa Thohurun Insya Allah. (Tidak apa-apa semoga penyakit ini menjadi pencuci dari dosa-dosa Insya Allah). (HR. Bukhari).

Demikian Rasulullah menuntun supaya masing-masing orang dari ummatnya dapat menjampi dirinya sendiri, dan mengadakan hubungan langsung kepada Allah dalam segala hal.

Sekian post kali ini.. Semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan.. Dan mendapat ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala.. Amin..

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..
Doa Menjenguk Orang Sakit
Doa berikut ini dibaca pada saat kita membesuk atau menjenguk teman / saudara / orang yang sedang sakit.
Bacaan Doa Menjenguk Orang Sakit
“Yaa rabban naas, adzhibil ba’sa, isyfi antasy syaahii, laa syifaa-a illaa syifaauka, syifaa-an laa yughaadiru saqaman”
Arti Doa Menjenguk Orang Sakit
“Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.”
Mengunjungi atau menengok orang sakit baik itu tetangga, keluarga dan sanak saudara, atau rekan kerja hukumnya sunnah (dianjurkan oleh Islam). Di sisi lain, ada banyak pelajaran dan hikmah saat kita berkunjung ke orang yang sedang sakit. Seperti ajang introspeksi diri untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan silaturrahmi.
  1. Doa Menjenguk Orang Sakit I
  2. Doa Menengok Orang Sakit II
  3. Doa Untuk Orang Sakit Panas
  4. Doa Untuk Orang Sakit Parah yang Sulit Sembuh

Berikut doa-doa yang sunnah dibaca saat menengok orang sakit. Pilih salah satu:


DOA MENJENGUK ORANG SAKIT I

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيَم رَبَّ العَرْشِ العَظيم أَنْ يُعَافِيْكَ وَيُشْفِيكَ

Artinya: Aku memohon pada Allah yang menguasai arasy agar memberi kesehatan dan kesembuhan padamu.

DOA MENENGOK ORANG SAKIT II

الَلهُمَّ رَبَّ النَاِس أَذْهِبِ البَأْسَ إِشْفِ أَنْتَ الشافيِ لا شِفَاءَ إلا ضِفاؤُكَ لا يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya: Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.


DOA UNTUK ORANG SAKIT PANAS

Orang yang tertimpa sakit panas sebaiknya membaca doa berikut:

بِسْمِ اللهِ الكَبِير أَعُوذُ بِاللهِ العَظِيمِ مِنْ شَرِْ عِرْقٍ نَعَّارٍ وَمِنْ حَر النار
Artinya: Dengan nama Allah yang Maha Besar aku berlindung pada Allah yang Agung dari pembuluh darah yang memancar dan dari panasnya neraka.


DOA ORANG SAKIT PARAH YANG SULIT SEMBUH LAGI

Apabila Anda menderita sakit yang menurut dokter sulit untuk sembuh lagi, baca doa berikut:

الَلهُمَّ أَحْيِنيِ ما كانَتِ الحَيَاةُ خَيرْاً ِلي وَتَوَفَّنيِ مَا كَانَتْ الوَفَاةُ خَيرًا لي
Artinya: Ya Allah hidupkanlah aku apabila itu lebih baik bagiku. Dan matikanlah aku apabila kematian itu lebih baik bagiku.
KUMPULAN DOA UMAT ISLAM

Bismillahirahman Nirohim, Assalamualaikum wr.wb. Terimakasih kepada Anda yang telah bergabung dengan situs Moslem Praying atau bisa juga disebut doa-doa agama Islam atau muslim. Situs ini membahas tentang : Pentingnya Berdoa atau Keutamaan Berdoa untuk Seorang Umat Islam dan macam macam Doa yang akan dijelaskan berdasarkan Qur'an dan Hadist tanpa menambah-nambah cerita.
Diantaranya mengenai Renungan Islam dimana membahas akan apa atau doa apa yang harus kita sebagai orang iman atau umat islam kerjakan berdasarkan Quran dan Hadist yang dimana ketika melakukan dosa, bagaimana cara nabi Muhammmad SAW bertasbih, Apa keutamaannya membaca shalawat, keutamaan dan pahala dari menyebarkan salam yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, mengenai Istigfar dan taubat berdasarkan hadist yang shahih dan di setujui, doa apa yang harus kita lakukan bila ragu dalam beriman, Keutamaan ber-Dzikir dan Keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir, saat kita melakukan Sholat Doa-doa apa yang harus dikerjakan didalam Sholat, di situs ini juga kami memberikan doa untuk keselamatan, diampuni dosa-dosa, terhindar dari gangguan syetan; bermacam doa di situs ini yang yang kesemuanya berdasarkan Quran dan Hadist.
Description: KUMPULAN DOA

Get Embed
Top of Form
Bottom of Form
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).
Untuk mendapat selamat dunia akhirat maka setiap langkah adalah doa maka amalkanlah dengan doa, dan disitus ini tersedia bermacam kumpulan doa lainya serta keperluan Ibadah umat Islam Indonesia, yaitu :

  • Bacaan Doa pada orang sakit yang kita berikan saat berkunjung, keutamaan berkunjung pada orang sakit, mendoakan bagian tubuh yang sakit agar cepat membaik, doa untuk orang sakit yang putus asa untuk hidup terus, dan bagaimana mengajari doa pada orang yang akan meninggal dunia.
  • Kita ingin tentram dalam hidup tanpa cobaan dan musibah, tapi Allah memberikan cobaan untuk kita agar kita selalu mengingat-Nya dan memohon pertolongan pada-Nya, doa apa yang baik dan berdasarkan Quran-Hadist saat musibah, saat mengalami kesulitan, Doa penawar hati yang duka dan bersedih, kesedihan yang mendalam atau stress.
    Mukmin atau muslim yang kuat adalah lebih baik dan lebih disenangi di sisi Allah daripada mukmin yang lemah. Masing-masing adalah baik, semangatlah mencapai masalah yang bermanfaat padamu, mintalah tolong kepada Allah dan jangan lemah. Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah berkata : “Seandainya aku berbuat begini….dan begitu…” berdoalah jika, ataupun tertimpa sesuatu yang tidak di senangi.
  • Doa menolak gangguan syetan (syaitan), Sebagian hal yang dapat mmengusir syaitan adalah bacaan dan dzikir di waktu pagi dan sore, Beristirahat pada malam hari, doa sebelum tidur, saat membalikkan tubuh, rasa takut yang sering di jumpai saat akan tidur, bangun tidur. Doa ketika masuk dan keluar kamar mandi, Doa ketika memulai wudhu dan setelah berwudhu, Doa ketika pergi ke mesjid, doa masuk mesjid dan doa keluar mesjid, Dan berdoalah ketika mendengar Adzan. Doa mengenakan pakaian , mengenakan pakaian baru, dan melepas pakaian, Doa masuk rumah dan doa keluar rumah, membaca ayat Kursi ketika akan tidur, dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah dan orang yang membaca “La ilaaha illallaah, wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli sya’in qadiir" 100x, maka akan membentengi diri dari syaitan pada hari itu. Begitu juga Adzan.
  • Manusia hidup adalah berkeinginan, hanya kepada Allah kita berdoa ; Jika keinginan tercapai adalah sesuatu yang menggembirakan. Doa Ingin segera melunasi hutang? ingin kaya? berkeinginanlah pada sesuatu dengan doa, dan juga doa untuk menjalani kebarokahan maka berdoa lah pada awal bulan, berdoalah jika ada sesuatu yang menyenangkan atau menyusahkan, saat bersyukur kepada Allah dengan melihat, menyaksikan permulaan buah di kebun kita. atau bisa saja di kebun orang lain. Dan jika kagum terhadap sesuatupun maka berdoalah.
  • Membalas doa atau mendoakan, dimana isinya adalah doa untuk orang yang berbuat kebaikan kepadamu, saat seseorang yang memberi atau diberi hadiah. Dan bagaimana jika seseorang yang banyak kendaraannya dan dia memberi kepadamu kendaraan tersebut maka itu sama dengan orang tersebut menawarkan hartanya maka berdoalah untuk orang tersebut. Mendoakan orang yang saat dia datang untuk membayar hutangnya maka doakanlah orang tersebut. Mendoakan orang yang mengatakan cintanya. Doa apa yang dibaca saat melihat pandangan mata kedengkian atau iri yang bisa merusak diri orang sendiri atau orang lain. Kadang yang tanpa kita ketahui bahwa kita telah mencaci seseorang dan melihat bagaimana orang lain mencaci seorang maka berdoalah. Saat memuji teman, mendoakan orang kafir agar mendapat petunjuk dan hidayah bisa kita berdoa saat orang kafir bersin atau saat menimpali salam dari orang kafir. Dan beberapa doa lagi pada aspek mendoakan yaitu Saat menyembelih ternak, doa kepada orang yang berkata ghafarallahu laka, doa pelebur dosa majelis, doa dalam majelis.
  • Semua doa adalah untuk selamat dunia dan akhirat, situs ini hanya membagi aspek yang dibutuhkan, semua sudah terdapat di menu katagori doa-doa, dan pada front page ini adalah bagian yang disisipkan dari katagori doa-doa untuk sedikit mempermudah saja. Adapun yang kami bagi selanjutnya adalah dari doa perlindungan, saat melihat orang mendapat cobaan, saat mempercayai ramalan atau sesuatu selain Allah, mendoakan anak, saat bertemu musuh yang tangguh atau kekejian yang menimpa
BismillaahirRahmaanirRahiim
AllaahummaRabbannaas ...... Ya Allah Tuhan Manusia
Engkau Maha Penyayang ...... sementara kami sedang mengalami kesulitan
Adzhibilba'sya isyfi. ........sembuhkan kami dari penyakit kami dan hilangkan rasa sakit yang menyertai penyakit kami.....
Sesungguhnya di balik rasa sakit yang kami derita,terdapat suatu penyakit di dalam diri. Dan jika kami telan obat penghilang rasa sakit , maka rasa sakit mungkin hilang, tetapi penyakit kami masih mungkin ada di dalam tubuh kami.. Padahal rasa sakit yang kami derita dapat Engkau jadikan sebagai penghapus dosa kami.
Karena itu...
Ya Allah sembuhkan kami dan ampunilah dosa kami....
Penyembuhan yang datang dari Engkau Ya Allah , adalah yang menyembuhkan penyakit sekaligus rasa sakit yang menyertainya
AntasySyaafii ....laasyifa'a illaa Syifaa'uka...
Engkaulah Maha Penyembuh..... tiada kesembuhan sejati kecuali yang datang karenaMU
Tolonglah kami dengan mendatangkan orang yang ahli mengobati kami....
Tolonglah kami dengan mendatangkan orang yang tahu obat penyakit kami...
Tolonglah kami dengan menunjukkan cara yang benar dalam pengobatan penyakit kami............

Sesungguhnya ahli pengobatan maupun obat yang tepat untuk kami , hanya akan datang karenaMU ...yang hanya akan kami terima , jika Engkau meridhai....
Syifaa'an laa yughaadiru saqamaa.......
Ya Allah yang maha Penyayang, sembuhkan kami secara tuntas.....kesembuhan yang tidak membawa komplikasi rasa sakit atau penyakit lain..... , yaitu kesehatan yang datang karena ridhaMu. Kesehatan yang semakin meningkatkan ketakwaan kami.
Astaghfirullah Ya Gafur .....Astaghfirullah Ya Afuw......Astaghfirullah Ya Salam
Amin
 
49- DOA APABILA BERKUNJUNG KEPADA ORANG YANG SAKIT147- لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.147. “Tidak mengapa semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih insya Allah.” (165)148- أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ. 148. “Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung Tuhan yg menguasai arasy yang agung agar menyembuhkan penyakitmu” (166)(165) HR. Al-Bukhari dgn Fathul Bari 10/ 118. (166) “Tidaklah seorang hamba Muslim mengunjungi orang sakit yg belum datang ajalnya lalu membaca sebanyak tujuh kali: … … kecuali ia pasti disembuhkan HR. At-Tirmidzi Abu Dawud dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/210 dan Shahihul Jami’ 5/180.50- KEUTAMAAN BERKUNJUNG KEPADA ORANG SAKIT149- قَالَ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.149. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang laki-laki berkunjung kepada saudaranya yg muslim maka seakan-akan dia berjalan di kebun Surga hingga duduk. Apabila sudah duduk maka dituruni rahmat dgn deras. Apabila berkunjung di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar mendapat rahmat hingga sore. Apabila berkunjung di sore hari maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi.” (167)(167) HR. At-Tirmidzi Ibnu Majah Ahmad dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/244 dan Shahih At-Tirmidzi 1/286. Ahmad Syakir menyatakan bahwa hadits tersebut adl shahih.51- DOA ORANG SAKIT YANG TIDAK ADA LAGI HARAPAN UNTUK HIDUP TERUS150- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى.150. “Ya Allah ampunilah dosaku berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi.” (168)151. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam memasukkan kedua tangannya ke dalam air lalu diusapkan ke wajahnya dan beliau bersabda:151- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ.“Tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat.” (169)152- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.152. “Tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yg berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa tidak ada Tuhan yg berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagiNya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Tidak ada Tuhan yg berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (170)(168) HR. Al-Bukhari 7/10 Muslim 4/1893. (169) HR. Al-Bukhari 8/144 dgn Fathul Bari dalam hadits terdapat keterangan siwak. (170) HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Menurut penda-pat Al-Albani hadits tersebut adalah sahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/152 dan Shahih Ibnu Majah 2/317. sumber : Kitab Hisnul Muslim - Kumpulan Doa dan Dzikir Dari Al Quran dan As Sunnah, Said bin Ali Al Qathani dalam ebook DzikirWirid.chm oleh akhukum fillah La Adri At Tilmidz

Doa untuk orang sakit

Marilah kita do'akan kaum muslimin, saudara kita, kakak, adik, ibu, ayah, nenek, kakek, teman, tetangga, dan semua kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan

Disyariatkan membaca doa yang telah diajarkan Rasulullah saw apabila kita mendapatkan ujian sakit. Imam Bukhari – Muslim meriwayatkan hadits dari Aisyah ra: Bahwa Nabi saw pernah menjenguk keluarganya yang sakit , lalu beliau mengusapkan angan kanannya (ke daerah yang sakit) dan berdoa:

Allohumma Robbannaas azhibil ba’sa isyfihi wa antasy syaafi laa syifaa’an illa syifaa’uka syifaa’an yaa yughoodiru saqoman

(Ya Allah Robb sekalian manusia, hilangkanlah kesengsaraan ini dan sembuhkanlah ia. Karena sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh dan tidak ada kesembuhan melainkan hanya dari-Mu yaitu kesembuhan yang tidak mennggalkan penyakit lagi.)

Hadits lain dari Imam Muslim dari Utsman bin Abul Ash bahwa ia mengadukan rasa sakit yang dideritanya kepada Rasulullah saw, maka beliau saw pun bersabda: Letakkanlah tanganmu diatas bagian tubuh yang terasa sakit itu dan ucapkanlah “Bismillah”, lalu bacalah sebanyak tujuh kali:

A’uzu bi’izzatillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaaziru

“Aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari bencana penyakit yang kurasakan dan kucemaskan ini.”

Kata Utsman: kulakukanlah seperti itu berkali-kali hingga Allah menghilangkan rasa sakitku. Selanjutnya akupun senantiasa menganjurkan keluargaku untuk melakukan hal yang sama (HR Muslim)

Itulah antara lain doa yang diajarkan kepada kita ketika sakit. Pada dasarnya kesembuhan itu hanya datang dari Allah dan hanya Allah-lah yang dapat menyembuhkan hambaNya yang sakit.

BismillaahirRahmaanirRahiim

AllaahummaRabbannaas …… Ya Allah Tuhan Manusia

Engkau Maha Penyayang …… sementara kami sedang mengalami kesulitan

Adzhibilba’sya isyfi. ……..sembuhkan kami dari penyakit kami dan hilangkan rasa sakit yang menyertai penyakit kami…..

Sesungguhnya di balik rasa sakit yang kami derita,terdapat suatu penyakit di dalam diri. Dan jika kami telan obat penghilang rasa sakit , maka rasa sakit mungkin hilang, tetapi penyakit kami masih mungkin ada di dalam tubuh kami.. Padahal rasa sakit yang kami derita dapat Engkau jadikan sebagai penghapus dosa kami.

Karena itu…

Ya Allah sembuhkan kami dan ampunilah dosa kami….

Penyembuhan yang datang dari Engkau Ya Allah , adalah yang menyembuhkan penyakit sekaligus rasa sakit yang menyertainya

AntasySyaafii ….laasyifa’a illaa Syifaa’uka…

Engkaulah Maha Penyembuh….. tiada kesembuhan sejati kecuali yang datang karenaMU

Tolonglah kami dengan mendatangkan orang yang ahli mengobati kami….

Tolonglah kami dengan mendatangkan orang yang tahu obat penyakit kami…

Tolonglah kami dengan menunjukkan cara yang benar dalam pengobatan penyakit kami…………

Sesungguhnya ahli pengobatan maupun obat yang tepat untuk kami , hanya akan datang karenaMU …yang hanya akan kami terima , jika Engkau meridhai….

Syifaa’an laa yughaadiru saqamaa…….

Ya Allah yang maha Penyayang, sembuhkan kami secara tuntas…..kesembuhan yang tidak membawa komplikasi rasa sakit atau penyakit lain….. , yaitu kesehatan yang datang karena ridhaMu. Kesehatan yang semakin meningkatkan ketakwaan kami.

Astaghfirullah Ya Gafur …..Astaghfirullah Ya Afuw……Astaghfirullah Ya Salam

Berapapun uang anda, bersedekahlah setiap hari

Siapa yang ingin usaha maju mendapat keuntungan yang berlipat-lipat? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin penyakit segera sembuh? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin cepet dapet jodoh? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin urusannya dimudahkan? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin ujiannya lulus? Ayo Berinfaq!

Berapakah seharusnya saya berinfaq?


Inilah rumus matematika sedekah.
Siapa yang menginkan 10, infaqkan saja 1
Siapa menginfaqkan 1, ia akan dapat 10
Jika anda punya uang 1 juta dan ingin mendapatkan uang dua juta, cukup anda infaqkan 200 ribu, namun jika anda menginginkan yang 10 juta, infaqkan saja semuanya yang satu juta.

Jika perusahaan menginginkan keuntungan hingga seratus maka anda mesti menginfaqkan sebesar sepuluh juta, atau jika perusahaan anda keuntungannya bersih 1 milyar menginginkan penambahan keuntungan hingga 2 milyar, perusahaan anda mesti keluarkan infaq 200 juta.

Jika anda sakit, dan sang dokter memberikan rincian biaya yang mesti dikeluarkan selama 1 bulan perawatan adalah 100 juta, maka untuk mempercepat kesembuhan infaqkan saja 10 juta

Segera buktikan ayat-ayat Allah bahwa itu akan tergantikan 10 kali lipat bahkan bisa lebih dari 700 kali lipat, anda mesti yakin. Berbagilah kepada sesama, kepada orang-orang yang disekitar anda yang lebih membutuhkan dan tunggulah keajaiban itu tidaklah lagi akan datang.

Jika itu terbukti, anda mesti menjadi orang yang ketagihan dalam berinfaq. Lihatlah orang-orang yang disekeliling anda yang lebih membutuhkan dari anda. Kunjungilah orang-orang yang tak mampu,

Alihkan belanja anda yang tadinya ke toko besar ke warung-warung kecil di sekitar anda, belanja sayuran kepada tukang sayur keliling, mudah-mudahan itu akan lebih membantu mereka

“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.

Salah satu di antara keduanya berdoa:
“Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”,

sedangkan yang satu lagi berdo’a
“Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”

(HR Bukhary 5/270)
Dari Abu Hurairah r.a: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?” Rasulullah s.a.w. bersabda:
“jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat, dan sebenarnya engkau merasa sayang mengeluarkan sedekah itu, karena takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda, sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkong lalu berkata: “Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu, sedangkan orang yang engkau maksudkan itu
telah memiliki apa yang hendak kau berikan.” (Muttafaq ‘alaih)

SEDEKAH tidak perlu menunggu harta cukup nishab atau menunggu banyak harta.
Dianjurkan untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imron (3): 134)
Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat ketika memiliki empat dirham. Ia menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS. Al-Baqarah (2): 261)

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (kesuksesan).” (QS. Al-Lail (92): 5-7)

Senantiasa terus memperbaiki diri dan memberikan kemanfaatan bagi yang lain. Hendaknya kehadiran kita ada sesuatu manfaat yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita, Baik itu tenaga, pikiran, materi dll. Tampakkan wajah ceria, murah senyum, tidak sekadar simpati saja, tetapi bagaimana bisa berempati. Berbagi dengan sesama, mengutamakan kepentingan saudaranya, saling berlomba dalam kebaikan dan taqwa

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah: 245)

Siapakah yang dapat memberi keuntungan 700 kali lipat?

Allah berfiman : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2 : 261)

Harta tidak akan pernah bisa mempertahankan kehidupan di muka bumi. Sehebat apapun usaha manusia untuk memperpanjang hidupnya, kematian pasti akan tiba pada saat yang telah ditentukan. Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi. Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan anda melalui lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim, lebih dari itu wakafkan harta anda untuk pelayanan sosial seperti masjid, sekolah pendidikan agama dan rumah sakit. Dari sini harta anda akan bergerak mencarikan pahala untuk anda. Dari sini kecapean yang selama ini anda lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Anda kelak ditunggu oleh harta anda di surga.

Mari turut berpartisipasi memproduksi berjuta kebaikan, Jangan puas hanya melaksanakan yang wajib. Shalat Fardhu jangan dilalaikan, lengkapi dengan shalat sunnah, ada shalat rawatib, shalat malam, shalat dhuha dan lainnya. Puasa Romadhan kita laksanakannya, puasa sunnah kita kerjakan semampu kita, ada puasa 6 hari di bulan syawal, puasa 3 hari setiap bulan, puasa senin dan kamis, dll. Bersihkan harta dengan mengeluarkan zakat, tumbuh suburkan harta anda agar lebih berkah dan semakin berkembang sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak dengan menginfaqkannya di jalan Allah niscaya Allah akan ganti dengan yang lebih baik, jika di dunia belum ada ganti di akhirat kita menyesal, mengapa tidak menginfaqkannya lebih banyak lagi.


Ayo salurkan sebagian rezeki anda kepada orang-orang yang ada di sekitar anda, atau juga bisa melalui program yang kami tawarkan berikut ini :

1. Zakat
2. Infaq/shadaqah
3. Wakaf
4. Anak Yatim
5. Qurban
Ayo buktikan !!!

Jangan lupa sertakan harapan anda... mintalah hajat anda...
Terbukti Shadaqah penuh keajaiban...
harta menjadi berkah, berlimpah dan penuh manfaat...
--> Mau sembuh dari sakit, ayo shadaqoh
---> Mau dapat anak, pancing dengan shadaqah
----> Anda mau apa, lakukan shadaqah, lalu mintalah hajat anda pada Allah...

Jangan Kapok harta anda berkurang karena shadaqah...
Makin bertambah harta karena shadaqah, tentu semakin rutin anda shadaqah...

Lakukan dari keluarga terdekat, tetangga dan orang-orang yang ada disekitar anda, semoga menjadi orang yang bermanfaat...

Bahagia dunia akhirat, Ayo Shadaqah.....
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ya Allah kabulkanlah do'a kaum muslimin di penjuru bumi..
Ya Allah kabulkanlah do'a-do'a kami...
Ya Allah kami telah berusaha mengorbankan harta kami tuk perjuangan menegakkan kalimat-Mu...
kami korban harta kami tuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan ke lebih banyak orang di seluruh penjuru bumi...

Ya Allah sembuhkanlah diantara kami yang sedang sakit, sembuhkanlah keluarga kami, sembuhkanlah tetangga kami, sembuhkanlah teman-teman...
Ya Allah di antara kami ada yang belum memiliki keturunan, berikanlah segera amanah itu,
Ya Allah berilah kami keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengarkan do`a.
Ya Allah jadikanlah anak-anak kami, anak2 yang shaleh dan shalehah...

"Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau. "

"Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat Yang Mengembalikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. keluarga dan sahabat beliau."

"Dengan nama Allah, semoga Engkau menjaga diri kami, harta kami dan agama kami. Wahai Allah, ridhailah kami dari ketetapan-Mu dan berilah berkah kepada kami pada segala apa yang telah Engkau putuskan sehingga kami Tidak suka apa yang Engkau mempercepatkan apa yang Engkau akhirkan dan tidak pula menyukai mengakhirkan apa yang, Engkau cepatkan. "

"Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka."
(QS. Al-Baqarah: 201).

"Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286).

"Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: "Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji." (QS. Âli Imrân: 193-294).

Mempersiapkan Dana Pendidikan Sejak Dini

“...Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan anak-anak yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka..... (QS. An-Nisaa (4) : 9)

Jagalah 5 perkara sebelum datang 5 perkara:
Muda sebelum Tua, Sehat sebelum Sakit,
Kaya sebelum Miskin, Lapang sebelum Sempit,
Hidup sebelum Mati. (HR. Muslim)

Menyiapkan anak sholeh dan sholehah perlu persiapan sejak dini, bermula dari membina diri menjadi pribadi yang Islami lalu membentuk rumah tangga yang penuh dengan nilai-nilai Islami. Menanamkan nilai-nilai keimanan menjadi prioritas utama, memberikan makanan yang halal dan baik agar tumbuh menjadi sehat, selain itu juga bekal pendidikan untuk membentuk anak yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosianal dan kecerdasan spiritual. Lalu bagaimana untuk mempersiapkannya?
Sedekah yang Utama
Shadaqah adalah baik seluruhnya, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran shadaqah tersebut. Di antara shadaqah yang utama menurut Islam adalah sebagai berikut:

1. Shadaqah Sirriyah

Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shadaqah ini sangat utama karena lebih medekati ikhlas dan selamat dari sifat pamer. Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:271)

Yang perlu kita perhatikan di dalam ayat di atas adalah, bahwa yang utama untuk disembunyikan terbatas pada shadaqah kepada fakir miskin secara khusus. Hal ini dikarenakan ada banyak jenis shadaqah yang mau tidak mau harus tampak, seperti membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan lain sebagainya.

Di antara hikmah menyembunyikan shadaqah kepada fakir miskin adalah untuk menutup aib saudara yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah, bahwa dia orang papa yang tak punya sesuatu apa pun.Ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam ihsan terhadap orang fakir.

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alihi wasallam memuji shadaqah sirriyah ini, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk dalam tujuh golongan yang dinaungi Allah nanti pada hari Kiamat. (Thariqul Hijratain)

2. Shadaqah Dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat dan kuat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan tipis harapan kesembuhannya. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Shadaqah yang paling utama adalah engkau bershadaqah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian." (HR.al-Bukhari dan Muslim)

3. Shadaqah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. 2:219)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Tidak ada shadaqah kecuali setelah kebutuhan (wajib) terpenuhi." Dan dalam riwayat yang lain, "Sebaik-baik shadaqah adalah jika kebutuhan yang wajib terpenuhi." (Kedua riwayat ada dalam al-Bukhari)

4. Shadaqah dengan Kemampuan Maksimal

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alihi wasallam,
"Shadaqah yang paling utama adalah (infak) maksimal orang yang tak punya. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu." (HR. Abu Dawud)

Beliau juga bersabda,
"Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya," Bagaimana itu (wahai Rasululullah)? Beliau menjawab, "Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedakah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya." (HR. an-Nasai, Shahihul Jami')

Al-Imam al-Baghawi rahimahullah berkata, "Hendaknya seseorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan untuk dirinya kecukupan karena khawatir terhadap fitnah fakir. Sebab boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan infak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Shadaqah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasululllah shallallahu ‘alihi wasallam tidak mengingkari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuyang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga beliau tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Nabi khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak hutang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar hutang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meski sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan juga itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin.” (Syarhus Sunnah)

5. Menafkahi Anak Istri

Berkenaan dengan ini Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Seseorang apabila menafkahi keluarganya dengan mengharapkan pahalanya maka dia mendapatkan pahala sedekah." ( HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda,
"Ada empat dinar; Satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu." (HR. Muslim).
Description: http://www.lazyaumil.org/files/antri_08.JPG

6. Bersedekah Kepada Kerabat

Diriwayatkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha'. Ketika turun ayat,
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai." (QS. 3:92)

Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah dan mengatakan bahwa Bairuha' diserahkan kepada beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak beliau. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam menyarankan agar ia dibagikan kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi tersebut dan membaginya untuk kerabat dan keponakannya.(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam juga bersabda,
"Bersedakah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturrahim." (HR. Ahmad, an-Nasa'i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan, adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok, yaitu:
  • Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,
    ”(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. 90:13-16)
  • Kerabat yang memendam permusuhan, sebagaimana sabda Nabi,
    "Shadaqah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzai, Shahihul jami')
7. Bersedekah Kepada Tetangga

Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam surat an-Nisa' ayat 36, di antaranya berisikan perintah agar berbuat baik kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Dan Nabi juga telah bersabda memberikan wasiat kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,
"Jika engkau memasak sop maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu." (HR. Muslim)

8. Bersedekah Kepada Teman di Jalan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang untuk keluarganya, dinar yang dinafkahkan seseorang untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang diinfakkan seseorang kepada temannya fi sabilillah Azza wa Jalla." (HR. Muslim)

9. Berinfak Untuk Perjuangan (Jihad) di Jalam Allah

Amat banyak firman Allah subhanahu wata’ala yang menjelaskan masalah ini, di antaranya,
“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah.” (QS. 9:41)

Dan juga firman Allah subhanahu wata’ala,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. 49:15)

Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Barang siapa mempersiapkan (membekali dan mempersenjatai) seorang yang berperang maka dia telah ikut berperang." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Namun perlu diketahui bahwa bersedekah untuk kepentingan jihad yang utama adalah dalam waktu yang memang dibutuhkan dan mendesak, sebagaimana yang terjadi pada sebagian negri kaum Muslimin. Ada pun dalam kondisi mencukupi dan kaum Muslimin dalam kemenangan maka itu juga baik akan tetapi tidak seutama dibanding kondisi yang pertama.

10. Shadaqah Jariyah

Yaitu shadaqah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim).

Di antara yang termasuk proyek shadaqah jariyah adalah pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sumber: Buletin “Ash-Shadaqah fadhailuha wa anwa’uha”, Ali bin Muhammad al-Dihami.
Penolong Misterius
Ketika senja telah turun mengganti siang dengan malam, seorang laki-laki bergegas mengambil air wudhu. Memenuhi panggilan adzan yang bergaung indah memenuhi angkasa.

"Allahu Akbar!" suara lelaki itu mengawali shalatnya.

Khusyuk sekali ia melaksanakan ibadah kepada Allah. Tampak kerutan di keningnya bekas-bekas sujud. Dalam sujudnya, ia tenggelam bersama untaian-untaian do'a. Seusai sholat, lama ia duduk bersimpuh di atas sajadahnya. Ia terpaku dengan air mata mengalir, memohon ampunan Allah.

Dan bila malam sudah naik ke puncaknya, laki-laki itu baru beranjak dari sajadahnya.

"Rupanya malam sudah larut...,"bisiknya.

Ali Zainal Abidin, lelaki ahli ibadah itu berjalan menuju gudang yang penuh dengan bahan-bahan pangan. Ia pun membuka pintu gudang hartanya. Lalu, dikeluarkannya karung-karung berisi tepung, gandum, dan bahan-bahan makanan lainnya.

Di tengah malam yang gelap gulita itu, Ali Zainal Abidin membawa karung-karung tepung dan gandum di atas punggungnya yang lemah dan kurus. Ia berkeliling di kota Madinah memikul karung-karung itu, lalu menaruhnya di depan pintu rumah orang-orang yang membutuhkannya.

Di saat suasana hening dan sepi, di saat orang-orang tertidur pulas, Ali Zainal Abidin memberikan sedekah kepada fakir miskin di pelosok Madinah.

"Alhamdulillah..., harta titipan sudah kusampaikan kepada yang berhak,"kata Ali Zainal Abidin. Lega hatinya dapat menunaikan pekerjaan itu sebelum fajar menyingsing. Sebelum orang-orang terbangun dari mimpinya.

Ketika hari mulai terang, orang-orang berseru kegirangan mendapatkan sekarung tepung di depan pintu.

"Hah! Siapa yang sudah menaruh karung gandum ini?!" seru orang yang mendapat jatah makanan.

"Rezeki Allah telah datang! Seseorang membawakannya untuk kita!" sambut yang lainnya.

Begitu pula malam-malam berikutnya, Ali Zainal Abidin selalu mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin. Dengan langkah mengendap-endap, kalau-kalau ada yang memergokinya tengah berjalan di kegelapan malam. Ia segera meletakan karung-karung di muka pintu rumah orang-orang yang kelaparan.

"Sungguh! Kita terbebas darikesengsaraan dan kelaparan! Karena seorang penolong yang tidak diketahui!" kata orang miskin ketika pagi tiba.

"Ya! Semoga Allah melimpahkan harta yang berlipat kepada sang penolong...," timpal seorang temannya.

Dari kejauhan, Ali Zainal Abidin mendengar semua berita orang yang mendapat sekarung tepung. Hatinya bersyukur pada Allah. Sebab, dengan memberi sedekah kepada fakir miskin hartanya tidak akan berkurang bahkan, kini hasil perdagangan dan pertanian Ali Zainal Abidin semakin bertambah keuntungan.

Tak seorang pun yang tahu dari mana karung-karung makanan itu? Dan siapa yang sudah mengirimkannya?

Ali Zainal Abidin senang melihat kaum miskin di kotanya tidak mengalami kelaparn. Ia selalu mencari tahu tentang orang-orang yang sedang kesusahan. Malam harinya, ia segera mengirimkan karung-karung makanan kepada mereka.

Malam itu, seperti biasanya, Ali Zainal Abidin memikul sekarung tepung di pundaknya. Berjalan tertatih-tatih dalam kegelapan. Tiba-tiba tanpa di duga seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya!

"Hei! Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau tidak...," orang bertopeng itu mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Ali Zainal Abidin.

Beberapa saat Ali terperangah. Ia tersadar kalau dirinya sedang di rampok. "Ayo cepat! Mana uangnya?!" gertak orang itu sambil mengacungkan pisau.

"Aku...aku...," Ali menurunkan karung di pundaknya, lalu sekuat tenaga melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok. Membuat orang bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Ternyata beban karung itu mampu membuatnya tak dapat bergerak. Ali segera menarik topeng yang menutupi wajahnya. Dan orang itu tak bisa melawan Ali.

"Siapa kau?!" tanya Ali sambil memperhatikan wajah orang itu.

"Ampun, Tuan....jangan siksa saya...saya hanya seorang budak miskin...,"katanya ketakutan.

"Kenapa kau merampokku?" Tanya Ali kemudian.

"Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan," sahutnya dengan wajah pucat.

Ali melepaskan karung yang menimpa badan orang itu. Napasnya terengah-engah. Ali tak sampai hati menanyainya terus.

"Ampunilah saya, Tuan. Saya menyesal sudah berbuat jahat..."

"Baik! Kau kulepaskan. Dan bawalah karung makanan ini untuk anak-anakmu. Kau sedang kesusahan, bukan?" kata Ali.

Beberapa saat orang itu terdiam. Hanya memandangi Ali dengan takjub.

"Sekarang pulanglah!" kata Ali.

Seketika orang itu pun bersimpuh di depan Ali sambil menangis.

"Tuan, terima kasih! Tuan sangat baik dan mulia! Saya bertobat kepada Allah...saya berjanji tidak akan mengulanginya," kata orang itu penuh sesal.

Ali tersenyum dan mengangguk.

"Hai, orang yang tobat! Aku merdekakan dirimu karena Allah! Sungguh, Allah maha pengampun." Orang itu bersyukur kepada Allah. Ali memberi hadiah kepadanya karena ia sudah bertobat atas kesalahannya.

"Aku minta, jangan kau ceritakan kepada siapapun tentang pertemuanmu denganku pada malam ini...," kata Ali sebelum orang itu pergi." Cukup kau doakan agar Allah mengampuni segala dosaku," sambung Ali.

Dan orang itu menepati janjinya. Ia tidak pernah mengatakan pada siapa pun bahwa Ali-lah yang selama ini telah mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin.

Suatu ketika Ali Zainal Abidin wafat. Orang yang dimerdekakan Ali segera bertakziah ke rumahnya. Ia ikut memandikan jenazahnya bersama orang-orang.

Orang-orang itu melihat bekas-bekas hitam di punggung di pundak jenazah Ali. Lalu mereka pun bertanya.

"Dari manakah asal bekas-bekas hitam ini?"

"Itu adalah bekas karung-karung tepung dan gandum yang biasa diantarkan Ali ke seratus rumah di Madinah," kata orang yang bertobat itu dengan rasa haru.

Barulah orang-orang tahu dari mana datangnya sumber rezeki yang mereka terima itu. Seiring dengan wafatnya Ali Zainal Abidin, keluarga-keluarga yang biasa di beri sumbangan itu merasa kehilangan.

Orang yang bertobat itu lalu mengangkat kedua tangan seraya berdo'a," Ya Allah, ampunilah dosa Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Saw.

Rabu, 29 Februari 2012

Sholat Dhuha

Kita sudah tahu kekuatan ibadah seperti sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajud. Amalan tersebut bisa memudahkan rezeki, melapangkan waktu, dan memelihara kesehatan. Tapi dimana logikanya? Mungkin sebagian Anda ada yang nyeletuk seperti itu.
Terkait masalah sholat dhuha, mungkin penjelasan berikut bisa membuat kita lebih paham. Katakanlah, Anda seoarang kontraktor. Sekali waktu, seorang bos property memanggil Anda. Terus si bos meminta Anda mengerjakan sesuatu, dari pukul 8 sampai pukul 11 pagi. Yah, lumayan menghabiskan waktu priduktif Anda. Dapat dipastikan, setelah itu si bos akan mengganti waktu produktif Anda dengan sejumlah uang. Lha, si bos saja begitu, apalagi Allah?
Perumpamaan inilah yang kami maksud dengan sholat dhuha. Ketika Anda melakukan sholat dhuha sekian menit, berarti Anda telah “menghabiskan” sebagian waktu produktif Anda untuk-Nya.
Maka,dapat dipastikan Dia akan mengganti waktu produktif Anda. Yang namanya ganti dari-Nya, tentulah tidak tanggung-tanggung. Layaknya sebuah keberuntungan.
Inilah janji Allah, “Wahai anak Adam, rukuklah karena Aku di awal siang (sholat dhuha), niscaya Aku akan mencukupi engkau pada akhir harinya” Bukankah Dhuha adalah waktu? Bukankah waktu adalah uang. Jadilah sholat dhuha itu sholat rezeki, dan doa setelah sholat dhuha juga doa rezeki. Yang mana rezeki dari langit dan bumi dihimpun, didekatkan, dan disucikan ke hadapan Anda, melalui keagungan, kekuatan dan pemeliharaan Allah.
Tambahan lagi, saat Anda menyedekahkan uang Anda, maka Allah akan memudahkan uang Anda semudah-mudahnya. Khusus sholat dhuha, karena Anda telah menyedekahkan waktu produktif anda, maka Allah akan melapangkan waktu produktif Anda selapang-lapangnya. Itu  artinya, merutinkan sholat dhuha dapat meningkatkan produktivitas, baik bagi pribadi maupun bagi perusahaan. Bisa meningkat 2 sampai 3 kali lipat. Oleh karenya, saran kami, sesibuk apa pun tetaplah sholat dhuha.
Justru dengan begitu, Anda tidak akan terlalu sibuk jadinya. Waktu Anda akan cukup. Urusan Anda akan beres. Yakinlah! Alhamdulillah, berkat sholat dhuha saya pribadi (Ippho Santhosa) dikaruniai waktu untuk tidur siang setiap harinya, berseminar setiap minggunya, dan keluar negeri selang beberapa bulan. Tidak lupa pula, saya memiliki waktu untuk belajar dan beribadah setiap harinya.
Bahkan setelah guru-guru di TK Khalifah Batam merutinkan sholat dhuha, dalam hitungan bulan, TK Khalifah menjadi belasan cabang, tersebar diberbagai kota. Lebih dari itu, setelah saya pribadi (Ipphoa Santosa) meningkatkan sholat dhuha dari 2 rokaat ke 6 rokaat, hanya dalam 3 bulan saya dikarunia rezeki terbesar seumur hidup saya. Adapun rumusnya sebagai berikut: Rumus Duit (6D): D1+D2+D3+D4=D5+D6 –> Dagang+Doa+Dhuha+Derma=Duit+Dahsyat
Demi mengais-ngais uang, sebagian dari kita rela pontang-panting bekerja dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore setiap harinya. Keringat pun sampai diperas-peras. Tulang pun sampai dibanting-banting. Pulang ke rumah dengan muka keruh, keryt, dan kusut. Yah, tidak salah. Itu kan bagian dari ikhtiar. Cuma, apa nggak capek kerja pontang-panting begitu saban hari?
Nah, sekarang kami tantang Anda. Maukah Anda melakukan sesuatu selama beberapa menit, namun waktu itu dapat menghemat waktu Anda seharian? Mestinya kepala Anda mengangguk kuat-kuat. Ketahuilah, sesuatu itu adalah sholat dhuha. Sudahlah, begini saja. Awal-awal, anggaplah sholat dhuha itu sebagai “kerja” layaknya Anda mengetik, menghitung, melakukan pembukuan, mengikuti rapat dan lain-lain.
Maka, lakukan “kerja” yang satu ini selama beberapa menit. Percayalah, “kerja” ini dapat menghemat waktu anda seharian. Bukan Cuma itu. Terlebih-lebih lagi, “kerja” ini juga dapat memudahkan urusan Anda, memudahkan rezeki Anda, dan memelihara kesehatan Anda. Dengan kata lain, merutinkan sholat dhuha dapat meningkatkan produktivitas, baik bagi pribadi maupun perusahaan. Ini bukan janji dari kami. Tapi ini adalah janji dari-Nya. Semoga bermanfaat.
Sumber: Buku Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan.


Ass Ustad,,,,
saya mau bertanya apa manfaat sholat dhuha & apa saja makna dari sholat dhuha tersebut???
oya satu lagi ustad,,,apakah di perbolehkan jika kita jarang untuk sholat subuh tapi untuk sholat dhuha kita sering melakukannya....(hampir tiap hari sholat dhuha )
sekian dulu pertanyaan dari saya ustad,,,
Ass...
Hamba Allah
Wulan Desianti Kimisworo

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb
Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa keduanya berbeda karena shalat awwabin waktunya adalah antara maghrib dan isya.
Waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik.
Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”
Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”
Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”
Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya.
Berbeda dengan shalat shubuh maka tidak ada perbedaan dikalangan ulama bahwa ia adalah wajib bagi setiap muslim untuk melaksanakannya dan berdosa jika ditinggalkan. (baca : Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan).
Dengan demikian tidak dibenarkan bagi seorang yang hanya mengerjakan shalat dhuha yang kedudukannya sunnah sementara dirinya meninggalkan shalat shubuh yang kedudukannya lebih tinggi darinya yaitu wajib.
Wallahu A’lam




Sholat Sunah Rowatib

Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.
Bismillahirrohmanirrohim
Sholat Sunnah Rowatib sepintas nampak seperti hal yang biasa menurut kita. Namun banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa Rosulullah tidak pernah meninggalkan sholat sunnah ini selain dalam perjalanan. Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur, beliau mengqodo’nya. Dari sini dapat kita simpulkan betapa pentingnya kedudukan sholat sunnah rowatib ini disamping sholat-sholat fardlu.
Sholat Sunnah Rawatib sangat dianjurkan / ditekankan untuk dilakukan. Menurut pendapat beberapa ulama, orang yang terus menerus meninggalkannya maka ketakwaannya tidak bisa dipercaya dan ia pun berdosa. Alasannya, karena terus menerus meninggalkannya menunjukkan kadar keislamannya yang sangat rendah dan ketidakpeduliannya terhadap sholat sunnah rowatib. Adapun keistimewaan sholat sunnah rowatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan sholat fardlu. Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.
Berdasarkan Hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a bahwa
Saya menghafal sepuluh rokaat dari Rosulullah: dua rokaat sebelum sholat zhuhur, dua rokaat setelah sholat zhuhur, dua rokaat setelah sholat maghrib di rumah beliau, dua rokaat setelah sholat isya’ di rumah beliau, dan dua rokaat sebelum subuh. Sebelum subuh ini adalah waktu di mana tidak seorang pun yang datang kepada Rosulullah SAW. Hafshah memberitahuku bahwa jika muazin mengumandangkan adzan dan fajar telah terbit, maka beliau sholat dua rokaat.
Berdasarkan hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa sholat sunnah rowatib terdiri dari dua rokaat sebelum Dzuhur, dua rokaat setelah dzuhur, dua rokaat setelah maghrib, dua rokaat setelah isya’, dan dua rokaat sebelum subuh setelah terbit fajar.
Dalam Shohih Muslim diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata
Rosulullah sholat empat rokaat sebelum sholat dzuhur di rumahku. Kemudian beliau keluar dan sholat bersama orang-orang, lalu pulang ke rumahku dan melakukan sholat dua rokaat.
Berdasarkan hadist riwayat ini, beberapa ulama menyimpulkan bahwa jumlah rokaat sholat sunnah rowatib adalah 12 rokaat.
Keutamaan melaksanakan sholat sunnah rowatib di rumah :
  1. Untuk menghindari riya’ (sikap pamer), ujub (membanggakan diri sendiri), dan untuk tidak memperlihatkan amal baik kepada khalayak ramai.
  2. Lebih mudah untuk khusyuk dan ikhlas lantaran suasananya yang sepi (tidak banyak orang).
  3. menghidupkan rumah dengan dzikir kepada Allah dan sholat seperti sabda Rosulullah,
Jadikanlah sebagian sholat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian menjadikannya sebagai kuburan
Yang paling utama dari sholat-sholat sunnah rowatib ini adalah sholat sunnah sebelum fajar. Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata,
tidak ada sholat sunnah yang paling dijaga oleh Rosulullah selain dua rokaat fajar.
Rosulullah bersabda :
Dua rokaat sholat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya
Oleh karena itu Roslullah selalu melakukan sholat dua rokaat fajar dan sholat witir, baik ketika di rumah maupun ketika dalam perjalanan.
Sholat sunnah rowatib selain witir dan sholat sunnah fajar tidak disunnahkan dilakukan ketika dalam perjalanan. Hal ini didasarkan dari riwayat ketika Ibnu Umar r.a. ditanya tentang sholat rowatib Dzuhur ketika dalam perjalanan ia berkata,
Seandainya aku melakukan sholat rowatib, tentunya aku tidak mengqoshor sholat.
Ibnul Qayyim berkata,
Termasuk tuntunan Rosulullah dalam perjalanan adalah mengqoshor sholat fardlu. Tidak ada riwayat dari beliau yang menunjukkan bahwa beliau melakukan sholat sunnah sebelum dan setelah sholat qoshor tersebut, kecuali sholat witir dan sholat sunnah fajar
Adapun dalam pelaksanaannya Rosulullah mensunnahkan untuk memendekkan sholat sunnah fajar. Berdasarkan riwayat Shohih Bukhori dan Muslim Aisyah r.a. berkata :
Rosulullah selalu memendekkan sholat dua rokaat sebelum sholat subuh.
Dalam sholat subuh, pada rokaat pertama setelah membaca Al Fatihah Rosulullah melanjutkannya dengan membaca surat Al Kafirun dan pada rokaat kedua dengan Al Ikhlash. Pernah juga pada rokaat pertama Rosulullah membaca surat Al Baqoroh ayat 136 setelah membaca Al Fatihah dan Ali Imron ayat 64 pada rokaat kedua. Hal ini juga dilakukan beliau pada sholat dua rokaat setelah maghrib berdasarkan riwayat Al Baihaqqi dan Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud r.a. yang menjelaskan tentang seringnya Roslulullah membaca surat Al Kafiruun dan Al Ikhlas pada sholat dua rokaat  setelah sholat maghrib dan sebelum sholat subuh.
Jika dari sholat-sholat ini ada yang terlewat, disunnahkan untuk mengqodo’nya. Demikian juga jika terlewat sholat witir, maka disunnahkan untuk mengqodo’nya di siang hari. Rosulullah mengqodho’ dua rokaat sholat sunnah fajar dan sholat subuh ketika tertidur dan belum melaksanakannya. Beliau juga pernah mengqodho’ sholat sunnah qobliyah dzuhur setelah sholat ashar. Adapun disyariatkannya mengqodho’ sholat sunnah rowatib lainnya dapat dianalogikan sholat-sholat yang disebutkan di dalam nash hadist.
Rosulullah bersabda,
Barangsiapa tertidur atau lupa dan tidak sholat witir, hendaknya melakukannya ketika ia bangun atau ketika mengingatnya. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).
Ketika mengqodho’ sholat witir, hendaknya juga mengqodho’ sholat sunnah sebelumnya. Hal ini didasarkan pada riwayat Aisyah r.a. yang ia berkata,
Rosulullah jika tidak sholat malam karena tidur atau sakit, beliau sholat di siang hari dua belas rokaat.
Demikian tadi telah diuraikan tentang keutamaan serta segala sesuatu yang berkaitan dengan sholat sunnah rowatib. Mudah-mudah bermanfaat bagi saudara-saudariku yang mau menegakkannya.
Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
Referensi :
Al Fauzan, Saleh. 2005. Fiqih Sehari-hari. Jakarta : Gema Insani Press

Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ
“Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.” [1]

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat sunnah rawatib, sehingga Imam an-Nawawi mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama dalam bab: keutamaan shalat sunnah rawatib (yang dikerjakan) bersama shalat wajib (yang lima waktu), dalam kitab beliau Riyadhus Shaalihiin. [2]
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:
  1. Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat wajib lima waktu. [3]
  2. Dalam riwayat lain hadits ini dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dan memerinci sendiri makna “dua belas rakaat” yang disebutkan dalam hadits di atas[4], yaitu: empat rakaat sebelum shalat Zhuhur[5] dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya’ dan dua rakaat sebelum Subuh[6]. Adapun riwayat yang menyebutkan: “…Dua rakaat sebelum shalat Ashar”, maka ini adalah riwayat yang lemah[7] karena menyelisihi riwayat yang lebih kuat yang kami sebutkan sebelumnya. [8]
  3. Keutamaan yang disebutkan dalam hadits di atas adalah bagi orang yang menjaga shalat-shalat sunnah rawatib dengan melaksanakannya secara kontinyu, sebagaimana yang dipahami dan dikerjakan oleh Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, perawi hadits di atas dan demikian yang diterangkan oleh para ulama[9].
  4. Jika seseorang tidak bisa melakukan shalat sunnah rawatib pada waktunya karena ada udzur (sempitnya waktu, sakit, lupa dan lain-lain) maka dia boleh mengqadha (menggantinya) di waktu lain[10]. Ini ditunjukkan dalam banyak hadits shahih. [11]
  5. Dalam hadits ini terdapat peringatan untuk selalu mengikhlaskan amal ibadah kepada Alah Ta’ala semata-mata.
  6. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan amal ibadah yang dikerjakan secara kontinyu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah amal yang paling kontinyu dikerjakan meskipun sedikit.” [12]
  7. Semangat dan kesungguhan para sahabat dalam memahami dan mengamalkan petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, inilah yang menjadikan mereka lebih utama dalam agama dibandingkan generasi yang datang setelah mereka.
Footnote:
[1] HSR Muslim (no. 728).
[2] Riyadhus Shalihin (bab no. 195, hal. 1409).
[3] Lihat keterangan Imam an-Nawawi dalam Shahih Muslim (1/502).
[4] Lihat keterangan syaikh al-’Utsaimin dalam Syarh Riyadhish Shaalihiin (3/282).
[5] Dikerjakan dua raka’at – salam dan dua raka’at – salam (ed)
[6] HR an-Nasa-i (3/261), at-Tirmidzi (2/273) dan Ibnu Majah (1/361), dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahih sunan Ibnu Majah (no. 935).
[7] Dinyatakan lemah oleh syaikh al-Albani dalam Dha’iful Jaami’ish Shagiir (no. 5672).
[8] Lihat kitab Bughyatul Mutathawwi’ (hal. 22).
[9] Lihat misalnya kitab Faidhul Qadiir (6/166).
[10] Demikian keterangan yang kami dengar langsung dari guru kami yang mulia, syaikh Abdul Muhsin al-’Abbaad, semoga Allah menjaga beliau.
[11] Lihat kitab Bughyatul Mutathawwi’ (hal. 29, 33-34).
[12] HSR al-Bukhari (no. 6099) dan Muslim (no. 783).
***
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, dan kami minta pertolongan kepada-Nya, dan kami mohon ampunan kepada-Nya, dan kami berlindung dari keburukan diri kami dan dari keburukan amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seseorangpun yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.
Shalawat dan Salam semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, kepada para Shahabat, dan juga kepada pengikutnya yang baik hingga hari Kiamat. Amma ba’du
MENGQADLA’ SHOLAT RAWATIB APABILA TERTINGGAL
  1. TERTINGGAL SHOLAT SUNNAH FAJAR
Disyariatkannya bagi orang yang tidak sempat mengerjakan sholat rawatib dua rakaat sebelum Shubuh, untuk mengerjakannya setelah shalat Shubuh langsung atau setelah matahari terbit (baca: waktu Dhuha). Tetapi yang lebih afdhol adalah mengerjakannya setelah matahari terbit.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa tidak sempat mengerjakan sholat rawatib dua rakaat sebelum Shubuh, maka hendaklah ia mengerjakannya setelah matahari terbit.” (Tirmidzi/ 424)
Hadist ini shahih. Dinilai shahih oleh al-Hakim (I/24), Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban. Juga dinilai shahih oleh Al-Albani.
Dari Qais bin Qahd radhiyallahu ‘anhu, bahwasahnya dia pernah mengerjakan shalat Shubuh bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sedang dia belum mengerjakan sholat rawatib dua rakaat sebelumnya. Dan setelah beliau mengucapkan salam, diapun mengucapkan salam bersama beliau. Selanjutnya, dia mengerjakan shalat rawatib Shubuh dua rakaat, sedang Rasulullah melihatnya, tetapi beliau tidak melarangnya melakukan hal tersebut.”  Diriwayatkan oleh Tirmidzi/422, Abu Dawud/ 1267. Dinilai shahih oleh al-Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban. Al-‘Allamah Ahmad Syakir menilai shahih dalam Tahqiq Sunan Tirmidzi. Begitu pula Al-Albani memasukkan hadist ini dalam Shahih Tirmidzi.
“Bahwa Nabi pada suatu ketika sedang dalam berpergian. Sekalian sahabat sama tertidur sampai tidak sempat melakukan shalat Fajar (Shubuh). Mereka bangun di saat matahari sudah terbit, merekapun lalu berjalan sedikit sampai matahari agak tinggi. Kemudian beliau menyuruh seorang muadzin untuk berdiri melakukan adzan dan seterusnya lalu melakukan dua rakaat sunat sebelum Fajar dan qamat serta melakukan shalat Shubuh (fajar).” Diriwayatkan Bukhori dan Muslim, Ahmad dari Umar bin Hushain.
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin juga menjelaskan bahwa apabila sholat Shubuh tertinggal secara berjamaah, maka sholat sunnah fajar dilakukan sebelum sholat Subuh.
Catatan: Dari hadist diatas dapat dijelaskan bahwa bolehnya mengganti shalat sunnah yang tertinggal pada waktu yang terlarang shalat karena setelah Shubuh sampai terbit matahari dilarang sholat.
Saya sempat bertanya kepada Ustadz Aris Munandar mengenai bolehkah sholat sunnah fajar setelah Shubuh karena tertinggal. Beliau menjawab dengan singkat, “Boleh dengan syarat sering melakukan” Wallahu a’lam
KESIMPULAN:
  1. Bolehnya mengganti sholat sunnah fajar yang tertinggal dengan catatan dia memang sering melakukannya. Dan waktu pengerjaannya boleh langsung ataupun di waktu matahari terbit akan tetapi yang paling afdhol adalah setelah matahari terbit.
  2. Apabila tertinggal secara berjamaah, maka sholat sunnah dilakukan sebelum sholat Shubuh
  1. TERTINGGAL SHOLAT SUNNAH DZUHUR
Saya mengecek dalam buku Fiqhus Sunnah Jilid II halaman 23 poin V karangan Sayyid SAbiq.  disitu ada hadist
Ibnu Majah meriwayatkan pula dari ‘Aisyah, katanya:  “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam itu apabila ketinggalan sholat sunnah empat rakaat sebelum Dzuhur, maka dikerjakannya sesudah mengerjakan SUNNAH DUA RAKAAT SEHABIS DZUHUR”.   
Hadist ini dikomentari oleh Al-Albani dalam Tamamul Minnah jilid II (buku karangan Al-Albani yang mengulas tentang komentar dan kritikan tentang Fikih Sunnah Sayyid Sabiq), “karena disitu tidak dijelaskan kedudukan, mungkin saja penulis (Sayyid Sabiq) menganggap hadist itu shahih. Padahal tidak. Hadist ini riwayat Qais bin ar-Rabi’, Al-Hafidz berkata ia jujur tetapi terganggu ingatannya setelah tua. Al-Albani berkata: Hanya Ibnu Majah yang mencantumkan ‘sesudah dua rakaat’. Ini tambahan yang diingkari karena hadist riwayat Tirmidzi dari jalur lain yang juga dari ‘Aisyah dengan sanad shahih tidak menyebutkan ‘sesudah dua rakaat’. Wallahu a’lam, jika memang yang salah adalah Sayyid Sabiq semoga beliau mendapat ampunan dari Allah.
Dari ‘Aisyah: “Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam jikalau ketinggalan shalat empat rakaat sebelum Dzuhur, maka dikerjakannya itu sesudah Dzuhur.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan katanya hadist ini hasan lagi ghorib. Al-Albani berkata shahih (seperti yang telah dijelaskan diatas).
Dari Kuraib, pembantu Ibnu Abbas, bahwa Abdullah bin Abbas, Abdurrahman bin Azhar dan al-Miswar bin Makhramah pernah mengirimnya untuk menemui ‘Aisyah, maka mereka berkata: “sampaikan salam kami semua kepadanya dan tanyakan tentang dua rakaat rawatib setelah ‘Ashar………………... Dan setelah berbalik beliau bersabda, “Wahai puteri Abu Umayyah, engkau bertanya tentang dua rakaat setelah ‘Ashar? Sesungguhnya aku telah didatangi oleh beberapa orang dari ‘Abdul Qais untuk meng-Islamkan beberapa orang dari kaumnya, sehingga aku tidak sempat mengerjakan shalat rawatib dua rakaat setelah Dzuhur, Dan yang kukerjakan itu adalah shalat rawatib Dzuhur.” Diriwayatkan Bukhori/ 1233, Muslim/834.
KESIMPULAN :
  1. Bolehnya mengganti sholat Qabliyah Dzhuhur setelah menunaikan Shalat Dzuhur
  2. Bolehnya mengganti sholat Ba’diyah Dzuhur setelah Shalat ‘Ashar
PENGERJAAN 4 RAKAAT ITU DUA DUA ATAU EMPAT LANGSUNG?
Mengenai hal ini ada perbedaan pendapat diantara ulama. Ada mereka yang mengatakan langsung dengan satu salam diantaranya adalam Imam Abu Hanifah. Sedangkan yang mengatakan dua rakaat dua rakaat adalah Imam Syafi’I dan pendapat Syafi’I inilah yang dipilih oleh jumhurul ulama’. Wallahu a’lam
Perbedaan pendapat itu bermula dari satu hadist Rasulullah ini, yaitu
Dan riwayat imam yang lima dan dishohihkan oleh Ibnu Hibban, “Sholat malam dan siang itu dua dua.” Nasa’I berkata ini salah. (Lihat Bulughul Marom)
Al-Albani berkata dalam Tamamul Minnah: “Hadist yang semisal dalam Shahih Bukhori-Muslim yang juga dari Ibnu Umar tanpa kata an-nahar (siang)”. Al-Hafidz berkata dalam Al-Fath: “Mayoritas ahli hadist mengatakan tambahan itu mu’tal (cacat). Maka tambahan ini tidak shohih.”
Kemudian dalam Tamamul Minnah Al-Albani mengatakan, “Bahwa pendapat yang lebih utama adalah salam pada setiap dua rakaat bagi sholat-sholat yang dilakukan siang hari. Wallahu a’lam” (Tamamul Minnah Bab Sholat Rawatib Dzuhur).
KESIMPULAN:
Adanya perbedaan diantara ulama (Hanafiyah dengan Syafi’iyah) mengenai sholat rawatib 4 rakaat di siang hari. Adapun mayoritas ulama (jumhurul ulama) memilih pendapat Syafi’I sebagai pendapat yang lebih utama. Wallahu a’lam
Semoga bermanfaat. Wallahu waliyut taufiq
Sumber :
  1. Bulughul Maram karangan al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani
  2. Bughyatul Mutathawwi’ karangan Muhammad bin Umar bin Salam Bazmul
  3. Fiqhul Islam Syarh Bulughul Maram II karangan Abdul Qadir Syaibah al-Hamd
  4. Tamamul Minnah I karangan Muhammad Nashiruddin al-Albani

 Shalat Sunnah Rawatib sepintas nampak seperti hal yang lumrah. Namun banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat sunnah ini kecuali ketika beliau dalam perjalanan. Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur, beliau mengqadha’nya. Dari sini dapat kita simpulkan betapa pentingnya kedudukan shalat sunnah rawatib ini disamping shalat-shalat fardlu. Adapun Keistimewaan shalat sunnah rawatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan shalat fardlu. Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.
Dalam pembahasan yang lalu telah kita ketahui banyak sekali keutamaan-keutamaan shalat sunnah. Untuk kesempatan kali ini kita akan mengulas sedikit tentang keutamaan-keutamaan shalat sunnah rawatib yang tentunya masih dikutib dari buku “Himpunan dan Tata Cara Shalat Sunnah” karya Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani yang diterbitkan oleh Pustaka At-Tibyan.
Dari Ummu Habibah -Radhiyallahu ‘anha-, Istri Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ
“Setiap hamba muslim yang shalat sunnah setiap harinya duabelas rakaat, selain shalat wajib, pasti Allah bangunkan untuknya rumah di dalam surga, atau dibangunkan untuknya satu rumah di dalam surga.” (Kemudian) Ummu Habibah -Radhiyallahu ‘anha- berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.” (HR. Muslim, no. 728).
Secara terperinci shalat-shalat sunnah rawatib tersebut adalah:
a. 2 rakaat sebelum Shubuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2 rakaat sebelum Zhuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2 rakaat setelah Zhuhur
d. 4 rakaat sebelum Ashar
e. 2 rakaat setelah Jum’at.
f. 2 rakaat setelah Maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2 rakaat setelah Isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
Adapun hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan-keutamaan shalat-shalat sunnah rawatib antara lain:
1. Hadits Ummu Habibah -Radhiyallahu ‘anha-, “Aku pernah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum Zhuhur dan empat rakaat sesudah Zhuhur, akan Allah haramkan dirinya dari Neraka.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (VI/326))
2. Hadits Ibnu Umar -Radhiyallahu ‘anhuma-, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Semoga Allah memberi rahmat kepada seseorang yang shalat sunnah sebelum Ashar empat rakaat.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (II/117).
3. Diriwayatkan dari ‘Aisyah -Radhiyallahu ‘anha- dari Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda:
“Dua rakaat sunnah Fajar (Shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dalam kitab Shalatul Musafirin, bab: Dianjurkanya shalat dua rakaat sebelum Shubuh, no. 725).
FAIDAH SHALAT SUNNAH RAWATIB
shalat sunnah Rawatib ini didefinisikan dengan shalat yang terus dilakukan secara kontinyu mendampingi shalat fardhu. Demikian Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin memberikan definisinya, sehingga berkaitan dengan faidah shalat sunnah Rawatib ini, beliau memberikan penjelasan: “Faidah Rawatib ini, ialah menutupi (melengkapi) kekurangan yang terdapat pada shalat fardhu”.[19]
Sedangkan Syaikh ‘Abdullah Al-Basam mengatakan dalam Ta’udhihul Ahkam (II/383-384) bahwa shalat sunnah Rawatib memiliki manfaat yang agung dan keuntungan yang besar. Yaitu berupa tambahan kebaikan, menghapus kejelekan, meninggikan derajat, menutupi kekurangan dalam shalat fardhu. Sehingga Syaikh al-Basam mengingatkan, menjadi keharusan bagi kita untuk memperhatikan dan menjaga kesinambungannya.



Bismillah,
Sholat dibagi menjadi 2, yakni sholat wajib (fardhu) dan sholat sunnah. Dari sekian banyak sholat sunnah, ada sholat sunnah yg ‘menemani’ sholat fardhu, baik itu sebelum sholat fardhu maupun sesudahnya, yang disebut sholat sunnah Rawatib.
Sholat sunnah Rawatib ini pun dibagi menjadi 2, yakni sunnah muakkad dan ghairu muakkad. Untuk lebih mudahnya, sunnah muakkad adalah yg sering dilakukan (serta dianjurkan) oleh Rasululloh SAW, sementara ghairu muakkad jarang sekali dilakukan beliau. Para ulama sepakat bahwa sunnah muakkad merupakan salah satu sholat sunnah yg amat besar manfaat dan fadilahnya.
Apa saja yg termasuk dalam sunnah muakkad:
1. 2 raka’at SEBELUM sholat Subuh. Sholat sunnah ini mempunyai fadilah/manfaat yg sangat besar serta sangat dianjurkan Rasululloh SAW. Silakan cek haditsnya di bawah.
2. 2 raka’at SEBELUM sholat Dhuhur
3. 2 raka’at SESUDAH sholat Dhuhur
4. 2 raka’at SESUDAH sholat Maghrib
5. 2 raka’at SESUDAH sholat Isya
Apa saja yg termasuk dalam sunnah ghairu muakkad:
1. 2 raka’at SEBELUM sholat Dhuhur
2. 2 raka’at SESUDAH sholat Dhuhur
3. 2 raka’at SEBELUM sholat Ashar
4. 2 raka’at SEBELUM sholat Maghrib
5. 2 raka’at SEBELUM sholat Isya
Adapun hadits2 yg mendukung/terkait sholat sunnah rawatib ini di antaranya:
- Dari Aisyah r.a bahwa Rasululloh SAW bersabda :”Dua raka’at fajar (salat sunnah yang dikerjakan sebelum shubuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim)
- Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha, ia berkata: “Aku telah mendengar Rasululloh shallallahu alaihi wasalam bersabda, Barangsiapa salat dalam sehari semalam dua belas rakaat akan dibangun untuknya rumah di Surga, yaitu; empat rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum salat Subuh.”” (HR. At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan shahih)
-Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu dia berkata: “Aku salat bersama Rasululloh shallallahu alaihi wasalam dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Jum’at, dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat sesudah Isya.” (Muttafaq ‘alaih)
- Dari Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhu , ia berkata: “Bersabda Rasululloh shallallahu alaihi wasalam , ‘Di antara dua adzan itu ada salat, di antara dua adzan itu ada salat, di antara dua adzan itu ada salat. Kemudian pada ucapannya yang ketiga beliau menambahkan: ‘bagi yang mau”. (Muttafaq ‘alaih)
- Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha, ia berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api Neraka.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih)
- Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu, bahwa Rasululloh shallallahu alaihi wasalam bersabda : “Semoga Allah memberi rahmat bagi orang yang salat empat rakaat sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan)
Seringkali kita melihat ada jama’ah masjid yg sholat sunnah usai adzan Magrib/Isya dikumandangkan, sementara ybs sudah lama duduk di masjid. Jangan terburu-buru mencap mereka bid’ah. Bisa jadi mereka melakukan sholat sunnah ghairu muakkad. :-)
Semoga berguna.