Rabu, 13 Juli 2011

Menghapal Quran

Berikut ini adalah salah satu dari metode bagi anda yang mau menghafal ayat-ayat dalam al Qur’an. Tapi yang perlu diperhatikan sebelumnya bahwa,
Obat terbesar dalam menghafal dan memahami adalah taqwa kepada Allah SWT. “Bertaqwalah kepada Allah, niscaya Dia mengajarimu”
Imam Syafi;i berkata, “Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, yang bernama Imam Waki’, lalu guruku berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku kemudian berkata: ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang maksiat’”.
Adapun langkah-langkah menghafal al Qur’an, sebagai berikut:
  1. Hendaklah permulaan hafalan al Qur’an dimulai dari surat An Naas lalu al Falaq, yakni kebalikan dari urutan surat-surat al Qur’an. Cara ini akan memudahkan tahapan dalam perjalanan menghafal Al Qur’an serta memudahkan latihan dalam membacanya di dalam shalat baik.
  2. Membagi hafalan menjadi dua bagian. Pertama, hafalan baru. Kedua, membaca al Qur’an ketika shalat.
  3. Mengkhususkan waktu siang, yaitu dari fajar hingga maghrib untuk hafalan baru.
  4. Mengkhususkan waktu malam, yaitu dari adzan Maghrib hingga adzan Fajar untuk membaca al Qur’an di dalam shalat.
  5. Membagi hafalan baru menjadi dua bagian: Pertama hafalan. Kedua, pengulangan. Adapun hafalan, hendaknya ditentukan waktunya setelah shalat fajar dan setelah Ashar. Sedangkan pengulangan dilakukan setelah shalat sunnah atau wajib sepanjang siang hari.
  6. Meminimalkan kadar hafalan baru dan lebih memfokuskan pada pengulangan ayat-ayat yang telah dihafal.
  7. Hendaklah membagi ayat-ayat yang telah dihafal menjadi tujuh bagian sesuai jumlah hari dalam sepekan, sehingga membaca setiap bagian dalam shalat setiap malam.
  8. Setiap kali bertambah kadar hafalan, maka hendaklah diulangi kadar pembagian pengelompokan pekanannya agar sesuai dengan kadar tambahan.
  9. Hendaklah hafalannya persurat. Jika surat tersebut panjang, bisa dibagi menjadi beberapa ayat berdasarkan temannya. Tema-tema yang panjang juga bisa dibagi menjadi dua bagian atau lebih. atau dapat juga dikumpulkan surat-surat atau tema-tema yang pendek menjadi satu penggalan. Yang penting pembagian tersebut tidak asal-asalan, bukan berdasarkan berapa halaman atau berapa barisnya.
  10. Tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan sama sekali melewati surat apapun sampai ia menghafalnya secara keseluruhan, seberapa pun panjangnya. Dan setelah menghafalnya secara keseluruhan, maka hendaklah diulang-ulang beberapa kali dalam tempo lebih dari satu hari.
  11. Apabila di tengah shalat malam mengalami kelemahan dalam hafalan sebagian surat, maka hendaklah dilakukan pengulangan kembali disiang hari di hari berikutnya. Dalam kondisi seperti ini, tidak dibenarkan memulai hafalan baru. Kebanyakan hal seperti ini terjadi di awal-awal hari setelah menyelesaikan hafalan baru.
  12. Sangat dianjurkan sekali untuk memperdengarkan surat-surat yang akan digunakan dalam shalat malam kepada orang lain.
  13. Sangat baik mendidik anggota keluarga dengan metode ini. Caranya dengan membuat jadwal pekanan bagi setiap anggota keluarga dan memperdengarkan hafalan kepada mereka di siang hari, mengingatkan kepada mereka, memotivasi mereka untuk membacanya ketika shalat malam, serta membekali mereka supaya bisa berlatih sehingga tumbuh berkembang diatas al Qur’an. Dan al Qur’an bisa menjadi teman bagi mereka yang tidak bisa lepas darinya dan tidak kuasa untuk berpisah dengannya. Serta bisa menjadi lentera yang menerangi jalan kehidupan mereka.
  14. Hendaklah memperhatikan cara membacanya. Bacaan harus tartil (perlahan) dan dengan suara yang terdengar oleh telinga. Bacaan yang tergesa-gesa walaupun dengan alasan ingin menguatkan hafalan baru adalah bentuk pelalaian terhadap tujuan membaca al Qur’an (untuk memperoleh ilmu, untuk diamalkan, untuk bermunajat kepada Allah, untuk memperoleh pahala, untuk berobat dengannya).
  15. Tujuan dari menghafal al Qur’an bukanlah untuk menghafal lafadz-lafadznya dalam jumlah yang banyak. tetapi tujuannya adalah mengulang-ulang surat yang telah dihafal dalam shalat dengan niatan, mentadabburi al Qur’an. tetapi apabila mampu menghafal banyak surat sesuai apa yang telah disebutkan diatas, itu lebih utama dari pada sedikit menghafal. Yang terpenting adalah menerapkan kaidah diatas. Apabila menurutmu waktu sangat sempit maka ambillah kadar yang sedikit namun terus diulang-ulang.
TEKNIK MENGHAFAL DAN MUROJA’AH ALQURA’AN (Semoga Bermanfaat)

Bagi para penghafal Al Quran yang pemula, menambah hafalan mempunyai kesulitan tersendiri. Tetapi seiring dengan waktu kesulitan ini akan terlampaui. Ketika itu kesulitan lain timbul yaitu mengulang hafalan (murajaah). Pada saat hafalan makin bertambah banyak, murajaah juga semakin berat.

Untuk surat-surat yang agak panjang (50 ayat) dan yang panjang (diatas 100 ayat), biasanya kita sangat hafal separuh awal dari surat tersebut. Untuk separuh terakhir sulit bagi kita untuk mengingatnya. Ini akan ditandai dengan “macet” ketika saat memurajaah. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini disebabkan kita selalu menghafal/murajaah dari awal surat (ayat 1). Ketika selesai menghafalkan sebuah surat, ayat-ayat awal itulah yang lebih sering dilafadzkan dibandingkan dengan ayat-ayat yang akhir. Sehingga otak kita lebih hafal ayat-ayat awal. Itulah sebabnya kita sangat hafal ayat-ayat awal surat dan sering lupa pada ayat-ayat akhir surat.

Kesulitan kedua adalah ketika kita „macet“ sulit bagi kita untuk mengetahui ayat selanjutnya. Ayat-ayat setelah „ayat macet“ menjadi gelap. Ini dikarenakan kita menghafal secara sekuensial/berurutan, sehingga satu ayat selalu diingat setelah ayat sebelumnya. Sehingga kalau ayat “sebelumnya” macet maka ayat selanjutnya menjadi hilang juga. Dalam hal ini tidak ada cara lain untuk mengingatnya selain membuka mushaf Al Qur’an.
Lalu bagaimana cara efektif untuk menanggulangi masalah tersebut?
Kuncinya adalah ketika proses menghafal sebuah surat dilakukan. Hafalkan surat dengan cara memotongnya menjadi 10 ayat 10 ayat. Di dalam tiap sepuluh ayat potong-potong lagi menjadi 5 ayat-5 ayat.

Misalnya kita menghafal surat An Naba yang didalamnya ada 40 ayat. Caranya adalah sebagai berikut :

1.  
Hafalkan ayat 1 sampai lancar. Lakukan sampai ayat 5.

2.  
Kemudian hafalkan secara berurut ayat 1 sampai dengan ayat 5. Ikatlah ayat 1 sampai ayat 5 dengan mengulang-ulangnya bersama-sama sampai lancar. Gerak-gerakkan jari-jari tangan anda sesuai dengan ayat yang sedang di hafal. Bila menghafal ayat 1 gerakkan ibu jari, ayat 2 gerakkan jari telunjuk, ayat 3 gerakkan jari tengah, ayat 4 gerakkan jari manis dan ayat 5 gerakkan jari kelingking.

3.  
Kemudian hafalkan ayat 6 sampai 10 sambil menggerak-gerakkan jari-jari tangan kiri sama seperti yang dilakukan oleh tangan kanan. Ulang-ulang ayat 6 sampai 10 sampai lancar. Kegiatan ini mengikat ayat 6 sampai dengan ayat 10

4.  
Sekarang mengulang menghafal ayat 1 sampai 10 dengan sambil menggerak-gerakkan jari sesuai dengan nomor ayat yang dilafazkan. Lakukan sampai lancar. Hal ini mengikat ayat 1 sampai 10.

5.  
Lakukan langkah diatas untuk ayat 11-20, ayat 21-30 dan ayat 31-40.

6.  
Terakhir gabungkan semua ayat (ayat 1 sampai 40) dalam surat tsb. Ulang-ulang sampai lancar

Kemudian bagaimana anda murajaah sebuah surat bila kita telah menghafal secara konvensional? Bila surat tersebut ayat-ayatnya pendek maka kelompokkan menjadi 10 ayat-10 ayat. Hafalkan per 10 ayat. Bila suratnya berayat yang panjang-panjang seperti Al Baqarah, Ali Imran, An Nisaa dll, maka pecah 10 ayat menjadi 5 ayat-ayat.

Manfaat dari menghafal dengan sistem potongan ini adalah:
1.  
Ketika murajaah kita tidak selalu harus memulai dari awal surat – ayat1- sehingga untuk surat yang panjang murajaah dapat dilakukan sepotong-sepotong di dalam shalat kita. Misalnya: untuk setiap rakaat shalat kita membaca 10 ayat. Maka ketika shubuh kita sudah dapat murajaah sampai 40 ayat (sunnat shubuh 2 rakaat dan shubuh 2 rakaat). Ini cukup bagus untuk surat An Naba yang 40 ayat. Atau untuk surat yang panjang seperti Al Baqarah, bila dilakukan 10 ayat untuk setiap rakaat shalat, maka selesai shalat isya kita sudah murajaah 100 ayat! Bila ditambah dengan shalat2 sunnah rawatib maka kita bisa murajaah 200 ayat dalam sehari. Dan bila ditambahkan dengan shalat dhuha dan tahajjud kita bisa mnyelesaikan 286 ayat Al Baqarah dalam shalat yang dilakukan sehari semalam!

2.  
Kita tidak merasa susah murajaah karena seakan-akan kita sedang menghafal surat-surat yang pendek saja. Secara psikologis kita merasa lebih ringan. Dan di dalam memurajaah surat yang panjang kita mempunyai

3.  
Menguatkan secara merata ayat-ayat di seluruh surat. Bukan hanya ayat-ayat awal surat saja. Ketika memurajaah surat-surat yang panjang dan kemudian terputus oleh kondisi eksternal – tamu datang, telfon berdering, anak menangis, masakan gosong dll- kita masih tetap bisa melanjutkan ayat selanjutnya setelah kondisi eksternal tertangani. Tanpa harus mengulangi dari awal surat. Dengan metoda menghafal konvensional maka kita kita harus selalu mengulangi mulai dari awal surat lagi. Kondisi-kondisi seperti ini akan menguatkan hafalan ayat-ayat awal dan menurunkan kualitas hafalan ayat-ayat akhir.

4.  
Hafal nomor ayat tanpa kita sadari. Ini adalah bonus yang sangat bermanfaat untuk kita

5.  
Mengatasi kasus „ayat macet“. Bila macet di satu ayat biasanya akan berhenti memurajaah surat tersebut karena ayat-ayat yang selanjutnya sangat bergantung pada ayat yang macet/lupa. Tetapi dengan sistem ‚potong surat’ ini kita masih tetap bisa terus memurajaah ayat-ayat setelah ayat macet ini. Mengapa ? Karena dalam menghafal sistem ini setiap ayat independen diletakkan dalam memori otak kita. Sebuah ayat tidak hanya dikaitkan dengan ayat yang sebelumnya –seperti dalam sistem menghafal konvensional- tapi juga dikaitkan dengan nomornya (yang diingat secara tidak sadar dengan menggerak-gerakkan jari tangan ketika menghafal). Ketika memori yang terkait dengan ayat sebelum terlupakan maka ada „ pengait“ yang lain yaitu nomor surat. Percaya atau tidak? Anda tinggal mencoba sistem ini dan merasakan hasilnya!

Melakukan metoda ini tak sesulit membaca baris-baris di atas. Bila anda melakukannya ini adalah hal yang sangat simpel. Metoda ini menjadikan kita santai dan tidak stres dalam memurajaah. Karena kita mempunyai „petunjuk/milestones“ dalam surat-surat hafalan kita yaitu ayat 1, 11, 21, 31, 41 dst. Kita akan memurajaah „ayat-ayat pendek“, yaitu 10 ayat saja. Cobalah anda praktekkan dan anda akan terkejut dengan hasilnya.
Selamat bermurajaah!
Ummu Alya




Dan untuk memudahkan menghafalnya, ada beberapa teknik dan persiapan yang khusus yang bisa dipakai. Beberapa di antaranya:
  • lkhlaskan niat dan bersabar
  • Jangan lupa baca basmillah dulu
  • Berdoa kepada Allah swt
  • Bersih dari hadas kecil dan besar
  • Sebaiknya menghadap kiblat
  • Memakai pakaian putih yang bersih dan menutup aurat
  • Jangan banyak berkata dan ketawa ketika membaca dan menghafal
  • Memberikan perhatian sepenuhnya
  • Jangan membaca ketika mengantuk atau menguap
  • Berhenti membaca ketika ingin buang angin
  • Salat dua rakaat sebelum memulai
SEBELUM MENGHAFAL
  1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
  2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
  3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
  4. Berada dalam keadaan tenang
  5. Tenangkan pikiran sebelum menghafal
  6. Pilih sebuah jenis mushaf dan jangan ubah dengan jenis mushaf lain
  7. Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mulai menghafal
TEKNIK-TEKNIK MENGHAFAL
A. Teknik "Chunking” (potongan-potongan)
  • Mengelompokan ayat yang panjang dalam beberapa bagian yang memang sesuai mengikuti arahan guru atawa ustadz, jika belajar bersama mereka
  • Mengelompokan awal surat pada beberapa bagian (2 atau 3 bagian) yang sesuai
  • Mengelompokan surat dalam beberapa bagian, contohnya mengikut pertukaran cerita
  • Mengelompokan juz kepada beberapa bagian mengikut surah, hizib, rubu', cerita dan sebagainya
  • Mengelompokan kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya
B. Teknik Mengulang
  • Membaca sepotong atau sebagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mulai menghafalnya
  • Membaca ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih)
  • sebelum berpindah ke ayat seterusnya
  • Selepas menghafal setiap setengah halaman, harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan bagian yang setengah halaman lagi
  • Sebelum menghafal bagian Al-Qur'an seterusnya, harus diulang bagian yang sebelumnya.
C. Teknik Menghafal Dengan Teman
  • Pilih seorang teman yang sama-sama berminat
  • Orang pertama membaca dan disimak oleh orang kedua
  • Orang kedua membaca dan disimak oleh orang pertarna
  • Saling menyebut ayat antara satu sama lain
E. Teknik Mendengar Kaset/CD
  • Pilih seorang qari yang baik bagi seluruh Alquran atau beberapa qari bagi surah-surah tertentu
  • Sebelum mulai menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali
  • Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari tersebut sehingga terpahat di pikiran
  • Mulai menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari tersebut
  • Sentiasa mendengar kaset/CD bacaan Alquran dan kurangi atau tinggalkan mendengerkan lagu-lagu kerana akan mengganggu penghafalan
F. Teknik Merekam
  • Rekam bacaan kita di dalam kaset dan dengarkan lagi untuk memastikan bacaan dan hafalan yang betul
  • Bagi kanak-kanak, rekam bacaan ibu-bapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak tersebut
  • Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rekaman tersebut beberapa kali hingga menghafalnya
G. Teknik Menulis
  • Tulis kembali surat yang telah dihafal. Kemudian cek lagi dengan mushaf.
  • Menulis setiap ayat pertama awal surat, atau setiap rubu', atau setiap juz, atau setiap surah dalam sehelai kertas.
MEMELIHARA HAFALAN
  1. Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati
  2. Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika dalam perjalanan, selepas azan dan lain-lain lagi
  3. Menetapkan kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan sebagainya
  4. Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam
  5. Jangan membaca ketika sedang bosan, marah atau ngantuk
  6. Menulis setiap ayat yang mutasyabih
Untuk memudahkan kita dalam menghafal, ada syarat-syarat yang harus kita pegang kuat-kuat, yaitu:
  1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
  2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjadi hamba-hamba pilihan-Nya yang menjaga Al-Qur’an
  3. Istiqomah (teguh hati).
  4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar, baik tajwid maupun makharij setiap huruf.
  5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah).
  6. Minimal sudah pernah khatam Al-Qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali).
  7. Konsisten menggunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok).
  8. Konsisten menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu.
  9. Memahami ayat yang akan dihafal
Ada tiga tahap utama yang harus dilakukan seorang penghafal Al-Qur’an, yaitu:
  1. Persiapan (isti’dad)
    Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal. Contohnya:
    1. Sebelum tidur malam, lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara cepat (jangan langsung dihafal secara mendalam).
    2. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi.
    3. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala.
  2. Pengesahan (tashih/setor)
    Setelah melakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat suatu halaman tertentu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan kita kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, lakukan hal-hal berikut:
    1. Berikan tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)
    2. Ulangi setoran sampai dianggap benar oleh ustad.
    3. Bersabarlah untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan.
  3. Pengulangan (muroja’ah/penjagaan)
    Setelah setor, jangan meninggalkan tempat (majelis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulangi lagi beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkan kita untuk pulang.
Memang luar biasa perjuangan seorang penghafal Al-Qur’an. Wajarlah jika Allah menjanjikan pahala besar bagi siapapun yang sanggup menghafalkan Al-Qur’an. Semoga tips di atas bisa membantu kita untuk menghafalkan kitab suci kita tercinta. Wallahu’alam bisshawab.
JURUS JITU MENGHAFAL AL-QUR AN
Di Bawah Naungan Al-Qur an
Jurus Jitu Menghafal Al-Qur an
  • Jurus pertama: Ikhlas sebagai kunci ilmu dan pemahaman
  • Jurus kedua: Menjauhi maksiat dan perbuatan dosa
  • Jurus ketiga: Memanfaatkan masa kanak-kanak dan masa muda
  • Jurus keempat: Memanfaatkan waktu giat dan segang
  • Jurus kelima: Memilih tempat yang tepat
  • Jurus keenam: Motivasi diri dan tekad yang benar
  • Jurus ketujuh: Memfungsikan semua indera
  • Jurus kedelapan: Menggunakan satu cetakan mushaf
  • Jurus kesembilan: Bacaan yang baik dan benar
  • Jurus kesepuluh: Hafalan yang berikatan
  • Jurus kesebelas: Memahami makna ayat yang dihafal
  • Jurus kedua belas: Hafalan yang baik
  • Jurus ketiga belas: Memiliki bacaan yang berkesinambungan
  • Jurus keempat belas: Kuatkan hafalan dalam sholat
  • Jurus kelima belas: Menghafal sendiri sedikit manfaatnya
  • Jurus keenam belas: Teliti dalam membawa ayat-ayat yang mirip
Belajar dan Menghafal Al-Qur an di luar negeri
Tahfidz Qur an untuk Anak Usia 6-8 Tahun
Khusyu Saat Tilawah Al-Qur an
Ingin Menghafal Al-Qur an, Tapi Belum Fasih
Belajar Hifzhul Qur an
Adakah Sosok Penghafal yang Supersibuk?
Kisah sukses seorang ibu
Cerita Pak Amir
Kisah Ibu Maryam
Tidak bisa menghafal tapi mampu menghafal
Belajar dan Menghafal Al-Qur an Sendiri, Mungkinkah?
Do a Qunut, Sunah atau Bid ah?
Belajar Al-Qur an: Bahasa Arab Bahasa Penghuni Sorga?
Basmalah, Ayat Fatihah atau Bukan?
Jurus Jitu Menjaga Hafalan Biar Tidak Cepat Hilang
  • Jurus pertama: Pengaturan waktu
  • Jurus kedua: Menyediakan waktu khusus
  • Jurus ketiga: Wirid Al-Qur an
  • Jurus keempat: Menjadi Imam Shalat
  • Jurus kelima: Mengajarkan orang lain
  • Jurus keenam: Mendengarkan bacaan orang lain
  • Jurus ketujuh: Mendengarkan kaset atau CD Al-Qur an
  • Jurus kedelapan: Membaca sejarah para penghafal Al-Qur an
  • Jurus kesembilan: Biasakan membaca tanpa melihat mushaf
  • Jurus kesepuluh : Jauhi maksiat
Umur 66 Tahun Bisa Hafal Al-Qur an?
Kiat Mengajar Anak Tahfizh dalam Target
Tahfizh untuk Anak 4 Tahun
Menghafal Qur an Susah Banget
Kiat Menghafal Surat-Surat Pendek
I.             Menghafal nama - nama Surah dengan metoda cerita.
Metoda yang penulis buat ini sebenarnya terinspirasi dari metoda Quantum Learning melalui pelatihan yang telah diikuti. Prinsipnya bagaimana belajar itu mudah dan menyenangkan. Dan tidak ada salahnya kita gunakan dalam proses mengenal Al-Qur’an dari sisi-sisi tertentu. Salah satunya adalah menghafal nama - nama surah dalam Al-Qur’an.
Mulai saat ini anda diajak untuk mengenal nama-nama surah dalam Al-Qur’an. Anda akan dibawa keluar dari zona nyaman menuju satu
pengalaman baru yang mengasyikkan. Membuat anda sadar dan melek dari mitos - mitos yang menyesatkan tentang ghuluw atau bahkan ekstrim yang terlalu jauh menyimpang dalam mensikapi keutamaan Al-Qur’an. Al-Qur’an dianggap sebagai suatu yang mistik. Padahal sebenarnya Al-Qur’an itu mu’jizat. Al-Qur’an memiliki hayawiyyah atau dinamis penuh makna.
Dan metoda berikut ini merupakan salah satu pensikapan dinamis dan unik. Bisa dinikmati manfaatnya bagi setiap muslim yang ingin lebih akrab bermu’ayasyah ma’l qur’an dari sisi nama-nama surahnya yang berjumlah 114 surah. Karena itu cobalah metoda ini;

a. Cara menghafal
Dalam metoda cerita ini pendekatannya melalui arti atau terjemah dari nama surah yang berbahasa Arab. Yang perlu diperhatikan di sini adalah bukan kebenaran ceritanya tetapi bagaimana anda bisa menghafal dan mengingat nama - nama surah dalam Al-Qur’an dengan mudah, karena cerita ini bersifat imajinatif bukan hakiki.
Cerita berikut dibuat bersifat penggalan - penggalan (per sepuluh surah kecuali surah yang ke-91 – 99 dan ke-100 sampai terakhir). Hal ini akan membantu anda mempermudah dalam menghafal dan mengingat kembali nama - nama Surah dalam Al-Qur’an. Ingat yang dihafal bukan ceritanya tetapi alur cerita nama - nama surah Al-Qur’an (dalam terjemah) yang tertulis dengan huruf tebal dan kapital. Seperti; PEMBUKAAN, SAPI BETINA dan seterusnya.

Praktisnya adalah sebagai berikut;
1. Bacalah cerita tersebut (misalnya cerita I; 1-10) sambil tersenyum.
2. Boleh dibaca dalam hati atau dengan suara. Perhatikan pada kata - kata bercetak   tebal dan berikan tekanan bunyi yang berbeda dari kata yang tidak bercetak tebal.
3. Bayangkan anda sendiri sedang manjadi pelaku atau terlibat langsung dalam alur cerita tersebut. Kalau bisa sambil membayangkan dan gerakkan anggota tubuh anda sebagai bentuk kreasi dari imajinasi anda.
4. Tulis ulang kata - kata yang bercetak tebal sesuai yang anda ingat saja, lalu cocokkan dan urutkan sesuai urutannya.
5. Setelah anda berhasil menulis ulang kata - kata yang bercetak tebal, dengan melihat kata - kata tersebut cobalah anda mengulang(mengingat) kembali alur ceritanya tanpa harus sama persis.
6. Berikutnya anda melihat grafik kata - kata yang bercetak tebal dan bacalah dalam bahasa Arabnya. Ingat jangan dihafal terlebih dahulu teks arab yang ditulis dengan huruf latin tersebut (hal tersebut akan dibahasa tersendiri).

b. Cara Mengingat ulang
Bila anda lupa dengan nama surah tertentu, misalnya saja anda lupa dengan nama Surah ke-13, maka langsung saja anda mengingat -ingat alur cerita tersebut. Dimulai dari urutan surah yang ke-11 yaitu HUD. Maka anda akan teringat bahwa HUD dan YUSUF disambar PETIR. Secara otomatis dalam hitungan menit atau bahkan detik, anda akan dengan cepat mengingatnya kembali bahwa surat yang ke-13 adalah Surah PETIR (yang Bahasa Arabnya AR RA’D). Menyenangkan bukan?

Selamat mencoba dan menikmati. Semoga anda benar - benar puas.

c. Tekhnis Menghafal
Berikut ini teknis dan cara menghafal nama - nama surah dengan metoda cerita yang dibagi dalam 11 bagian (cerita) agar memudahkan kita dalam penguasaan maksimal dan cepat.

Cerita I; (Surah 1 – 10)
Aku membaca Al-Qur’an dimulai dengan PEMBUKAAN. Kebetulan waktu itu tetanggaku sedang memotong SAPI BETINA untuk KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Ia lapar makan HIDANGAN, sisanya ia berikan untuk BINATANG TERNAK yang berkandang di TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, di sana dibagikan HARTA RAMPASAN PERANG yang dilakukan setelah TAUBAT seperti taubatnya YUNUS

NO KRONOLOGI CERITA
1 PEMBUKAAN - AL-FATIHAH
2 SAPI BETINA - AL-BAQOROH
3 KELUARGA IMRAN - ALI IMRON
4 AN NISA (WANITA) - AN NISA
5 HIDANGAN - AL MAIDAH
6 BINATANG TERNAK - AL AN ‘AM
7 TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI - AL A’ ROF
8 HARTA RAMPASAN PERANG - AL ANFAL
9 TAUBAT - AT TAUBAH
10 YUNUS -YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)
HUD dan YUSUF disambar PETIR sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR tempat dimana LEBAH memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA tempat bersembunyinya MARYAM dan TOHA.

NO KRONOLOGI CERITA
11 HUD - HUD
12 YUSUF-YUSUF
13 PETIR - AR RA’D
14 IBRAHIM -IBRAHIM
15 PEGUNUNGAN HIJR - AL HIJR
16 LEBAH - AN NAHL
17 PERJALANAN MALAM - AL ISRO
18 GUA - AL KAHFI
19 MARYAM - MARYAM
20 TOHA - TOHA

Cerita III; (Surah 21 – 30)
PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN berpakain putih - putih sehingga laksana CAHAYA yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL seperti ceritanya PARA PENYAIR tentang SEMUT dalam buku KISAH -KISAH dan juga tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO KRONOLOGI CERITA
21 PARA NABI - AL ANBIYA
22 HAJI - AL HAJJ
23 ORANG - ORANG BERIMAN-AL MU’MINUN
24 CAHAYA - AN NUR
25 PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL - AL FURQON
26 PARA PENYAIR - ASY SYU ‘ARO
27 SEMUT-AN NAML
28 KISAH-KISAH - AL QOSHOSH
29 LABA-LABA - AL ‘ANKABUT
30 BANGSA ROMAWI - AR RUM

Cerita IV; (Surah 31 – 40)
LUKMAN tidak berSUJUD di kaki GOLONGAN YANG BERSEKUTU dengan KAUM SABA’ yang tidak beriman kepada Yang Maha PENCIPTA. Sementara itu YASIN menyiapkan orang YANG BERSHAF - SHAF membentuk huruf SHOD dengan ROMBONGAN - ROMBONGAN untuk memohon kepada YANG PENGAMPUN dari kesalahan.

NO KRONOLOGI CERITA
31 LUKMAN - LUQMAN
32 SUJUD - AS SAJDAH
33 GOLONGAN YANG BERSEKUTU - AL AHZAB
34 KAUM SABA’ - SABA’
35 PENCIPTA - FATHIR
36 YASIN - YASIN
37 YANG BERSHAF-SHAF - ASH SHOOFFAT
38 SHOD - SHOD
39 ROMBONGAN-ROMBONGAN - AZ ZUMAR
40 YANG PENGAMPUN - GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 - 50)
YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu tentang hukum PERHIASAN bukan tentang KABUT membawa orang YANG BERLUTUT di BUKIT - BUKIT PASIR, saat MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN ditandai dengan KAMAR - KAMAR bertuliskan huruf QOF.

NO KRONOLOGI CERITA
41 YANG DIJELASKAN - FUSHSHILAT
42 MUSYAWARAH - ASY SYURA
43 PERHIASAN - AZ ZUKHRUF
44 KABUT - AD DUKHAN
45 YANG BERLUTUT - AL JATSIYAH
46 BUKIT-BUKIT PASIR - AL AHQOF
47 MUHAMMAD - MUHAMMAD
48 KEMENANGAN - AL FATH
49 KAMAR-KAMAR - AL HUJURAT
50 QOF - QOF

Cerita VI; (Surah 51 – 60)
ANGIN YANG MENERBANGKAN menghembus ke BUKIT saat BINTANG dan BULAN bersinar sebagai bukti kuasa YANG MAHA PEMURAH yang akan mendatangkan HARI KIAMAT menghancurkan BESI pada saat WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN sebagaimana menimpa PEREMPUAN YANG DIUJI.

NO KRONOLOGI CERITA
51 ANGIN YANG MENERBANGKAN - ADZ DZARIYAT
52 BUKIT - ATH THUR
53 BINTANG - AN NAJM
54 BULAN - AL QOMAR
55 YANG MAHA PEMURAH - AR RAHMAN
56 HARI KIAMAT - AL WAQI ‘AH
57 BESI - AL HADID
58 WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN - AL MUJADILAH
59 PENGUSIRAN - AL HASYR
60 PEREMPUAN YANG DIUJI - AL MUMTAHANAH

Cerita VII; (Surah 61 – 70)
BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG - ORANG MUNAFIK saat HARI DITAMPAKAN KESALAHAN - KESALAHAN orang yang suka TALAK dalam pernikahan dan Allah MENGHARAMKAN pelimpahan KERAJAAN secara tertulis dengan PENA pada HARI KIAMAT yang tidak ada lagi TEMPAT - TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

NO KRONOLOGI CERITA
61 BARISAN - ASH SHOF
62 HARI JUM’AT - AL JUMU’AH
63 ORANG-ORANG MUNAFIK - AL MUNAFIQUN
64 HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-KESALAHAN - AL TAGHOBUN
65 TALAK - ATH THOLAQ
66 MENGHARAMKAN - AT TAHRIM
67 KERAJAAN - AL MULK
68 PENA - AL QOLAM
69 HARI KIAMAT - AL HAAQQAH
70 TEMPAT-TEMPAT NAIK - AL MA ‘ARIJ


Cerita VIII; (Surah 71 – 80)
NUH diganggu JIN saat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas tidak menyadari datangnya KIAMAT ketika MANUSIA didatangkan MALAIKAT YANG DIUTUS menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian yang dibawa MALAIKAT - MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa sedangkan IA BERMUKA MASAM.

NO KRONOLOGI CERITA
71 NUH - NUH
72 JIN - AL JINN
73 ORANG YANG BERSELIMUT - AL MUZAMMIL
74 ORANG YANG BERKEMUL - AL MUDATSTSIR
75 KIAMAT - AL QIYAMAH
76 MANUSIA - AL INSAN
77 MALAIKAT YANG DIUTUS - AL MURSALAT
78 BERITA BESAR - AN NABA’
79 MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT - AN NAZI ‘AT
80 IA BERMUKA MASAM - ‘ABASA

Cerita IX; (Surah 81 – 90)
Gempa MENGGULUNG bumi hingga TERBELAH dan ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH hancur lebur menjadi GUGUSAN BINTANG diantaranya bintang YANG DATANG DI MALAM HARI atas kuasa YANG PALING TINGGI pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO KRONOLOGI CERITA
81 MENGGULUNG - AT TAKWIR
82 TERBELAH - AL INFITHOR
83 ORANG-ORANG YANG CURANG - AL MUTHOFFIFIN
84 TERBELAH - AL INSYIQOQ
85 GUGUSAN BINTANG - AL BURUJ
86 YANG DATANG DI MALAM HARI - ATH THORIQ
87 YANG PALING TINGGI - AL A ‘LA
88 HARI PEMBALASAN - AL GHOSYIYAH
89 FAJAR - AL FAJR
90 NEGERI - AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 99)
MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba hingga datang WAKTU DHUHA Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN untuk manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tanpa KEMULIAAN sedikit pun sebagai BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN dunia.

NO KRONOLOGI CERITA
91 MATAHARI - ASY SYAMS
92 MALAM - AL LAIL
93 WAKTU DHUHA - ADH DHUHA
94 MELAPANGKAN - AL INSYIROH
95 BUAH TIN - AT TIN
96 SEGUMPAL DARAH - AL ‘ALAQ
97 KEMULIAAN - AL QODR
98 BUKTI - AL BAYYINAH
99 KEGONCANGAN - AZ ZALZALAH

Cerita XI; (Surah 100 – 114)
KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pada HARI KIAMAT tidak lagi untuk BERMEGAH - MEGAHAN pada MASA itu si PENGUMPAT diinjak - injak GAJAH milik SUKU QURAISY tanpa menyisakan BARANG - BARANG YANG BERGUNA sedikit pun, apalagi NI’MAT YANG BANYAK semuanya pergi dari ORANG-ORANG KAFIR tanpa mendapat PERTOLONGAN dari GEJOLAK API yang membakar karena tidak MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH yang sejak WAKTU SUBUH semua MANUSIA telah melaksankannya.

NO KRONOLOGI CERITA
100 KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG - AL ‘ADIYAT
101 HARI KIAMAT - AL QORI ‘AH
102 BERMEGAH-MEGAHAN - AT TAKATSUR
103 MASA - AL ‘ASHR
104 PENGUMPAT - AL HUMAZAH
105 GAJAH - AL FI-L
106 SUKU QURAISY - QURAISY
107 BARANG-BARANG YANG BERGUNA - AL MA ‘UN
108 NI’MAT YANG BANYAK - AL KAUTSAR
109 ORANG-ORANG KAFIR - AL KAFIRUN
110 PERTOLONGAN - AN NASHR
111 GEJOLAK API - AL LAHAB
112 MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH - AL IKHLASH
113 WAKTU SUBUH - AL FALAQ
114 MANUSIA - AN NAAS
·         Menghafal adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar. Pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal. Tak heran kita lihat sebagian masyarakat Indonesia, terutama para lansia rata-rata hafal surat Yasin dan Al Waqiah. Burung Kakatua pun mampu menghafal jumlah susunan kata, karena sering mendengar kata-kata tersebut.
·         Kalau burung saja dapat menghafal sejumlah kata, apalagi manusia. Jika rajin, dengan izin Allah, kita lebih mampu daripada burung kakatua. Anak balita pun kadang mampu mengucapkan kata dengan persis iklan yang biasa didengarnya di tv.
·         Oleh karena itu, siapa pun dapat menghafal Al Quran. Anak-anak, remaja, bahkan lansia asal mau ia akan hafal sebagian atau seluruh Al Quran. Sahabat Rasulullah saw. rata-rata mengenal Al Quran ketika usia dewasa. Ini berarti umur bukan penghalang utama dalam menghafal Al Qur’an, bukan pula kesibukan atau status sosial.
·         Penghalang utama menghafal Al Qur’an adalah malas, tidak ada kemauan, hilang akal dan mati hati. Jika penghalang-penghalang di atas dibuang, insya Allah Alquran mudah dihafal. Sedang banyak atau sedikitnya jumlah hafalan tergantung tekad yang dimiliki. Namun, memang tiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengingat sesuatu yang telah diulang-ulang. Sebagian hafal dengan pengulangan lima kali, sebagian yang lain akan hafal kalau diulang 20 kali bahkan 30 kali. Yang penting akhirnya akan sampai hafal di luar kepala.
·         Namun dengan memahami teknik menghafal al-Quran yang efektif, insya Allah kekurangan-kekurangan yang ada dapat diatasi. Ada beberapa teknik menghafal al-Qur’an yang sering dilakukan oleh para penghafal, di antaranya:
·         1. Teknik memahami makna ayat sebelum menghafal
·         Teknik ini biasanya cocok untuk orang yang berpendidikan tinggi. Ayat-ayat yang akan dihafal dipahami terlebih dahulu. Kita dapat menggunakan terjemahan Al Qur’an terbitan Departemen Agama. Lebih ideal kalau dipahami melalui kitab tafsir hingga terasakan makna tiap ayatnya.
·         Ukur kekuatan menghafal kita, kemudian tentukan berapa halaman kemampuan daya otak mengingatnya. Jika dua halaman dalam satu jam misalnya, maka pahami dua halaman ayat-ayat tersebut dengan baik maksudnya hingga terbayang semua maksudnya ketika kita membacanya.
·         Setelah paham, cobalah baca berkali-kali sampai kita dapat mengingatnya. Jangan lupa ketika mengulang-ulang hendaknya otak ikut mengingat maksud tiap ayat yang dibaca. Insya Allah kita akan memperoleh hafalan lebih cepat. Dengan izin Allah, Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf, (penulis buku Kiat Sukses Menjadi Hafizh Quran Daiyah & Pimpinan Markaz Al Qur’an Jakarta Timur) dapat menyelesaikan 30 juz dalam 6 bulan melalui cara ini.
·         Sekarang kita coba baca ayat-ayat yang tengah kita hafal dengan menutup mushaf (lembaran) Al quran ulang berkali-kali hingga tidak terjadi kesalahan sedikitpun. Lancar seperti air yang mengalir. Namun jangan cepat puas. Hafalan kita teruji dengan baik jika kita tetap lancar membacanya tanpa melihat mushaf. Jika masih mendapatkan kesalahan dan lupa beberapa ayat, ulangilah terus hingga bersih dari kesalahan. Tahapan-tahapan ini perlu dilakukan agar saat setor pada guru pembimbing, kita dapat melakukannya dengan lancar. Kelancaran ketika menyetorkan hafalan merupakan kepuasan dan kebahagian sendiri bagi penghafal Al Qur’an.
·         Oleh karena itu, usahakanlah menyetor hafalan dalam kondisi yang prima. Hal ini akan menambah semangat untuk meneruskan hafalan berikutnya. Dan sebaliknya, kondisi hafalan yang tidak lancar dapat mematahkan semangat menghafal.
·         2. Teknik mengulang-ulang sebelum menghafal
·         Cara ini lebih santai tanpa harus mencurahkan seluruh pikiran. Sebelum memulai menghafal, bacalah berulang-ulang ayat-ayat yang akan kita hafal. Jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Sebagian penghafal melakukannya sebanyak 35 kali pengulangan. Setelah itu baru memulai menghafal.
·         Dengan cara ini kita akan merasakan kemudahan khusus dalam merekam ayat-ayat tersebut. Namun cara ini memerlukan kesabaran ekstra, karena akan memakan waktu yang cukup banyak. Suara kita akan banyak terkuras. Namun jangan kuatir, Allah swt. menciptakan pita suara dengan kuat, semakin dipakai untuk bersuara semakin tidak mudah serak. Karena itu jangan kaget, jika ketika kita mulai menghafal suara cepat serak. Itu hanyalah efek dari suara yang tadinya jarang dikeluarkan kemudian secara mendadak banyak dikeluarkan. Yakinlah bahwa suara kita kuat tidak mudah serak walaupun berjam-jam bersuara. Kita bisa buktikan suara para penghafal Al Qur’an di sekitar kita, rata-rata mereka memiliki suara yang kuat tidak mudah serak.
·         Perlu kita ketahui bahwa cara ini sangat cocok bagi penghafal yang daya ingatannya lemah. Hanya saja diperlukan kondisi fisik yang prima. Karena kita harus duduk dan bersuara dalam waktu yang cukup lama. Cocok juga bagi anak-anak yang sedang mengikuti program menghafal. Karena anak belum mampu mengingat sendiri, jadi orang dewasalah yang harus membacakan padanya sampai hafal.
·         3. Teknik mendengarkan sebelum menghafal
·         Sebagian penghafal ada yang cocok dengan cara ini. Karena tidak memerlukan pencurahan pemikiran yang serius yang bisa membuat pikiran cepat tegang. Penghafal hanya memerlukan keseriusan mendengar ayat-ayat yang akan dihafal. Ayat-ayat yang akan dihafalkan dapat didengarkan melalui kaset-kaset atau mp3 player tilawah Al Qur’an yang sudah diakui keabsahannya, mendengarkannya harus dilakukan dengan berulang-ulang.
·         Bagi mereka yang memiliki mp3 player atau audio tape mobil cara ini cukup bagus selama perjalanan panjang dapat dimanfaatkan untuk mendengarkan ayat-ayat yang akan dihafal. Setelah banyak mendengarkan, kita dapat memulai menghafal ayat-ayat tersebut dan akan mendapatkan kemudahan tersendiri ketika menghafalnya.
·         Menghidupkan Al Qur’an lewat shalat jamaah, baik wajib ataupun sunnah, dapat memudahkan mukmin yang cinta berjamaah untuk menghafal Al Qur’an. Dalam shalat Rasulullah saw. selalu memperdengarkan ayat-ayat yang panjang dan tidak berbatas pada surat-surat yang pendek. Dapat kita bayangkan andai seseorang biasa shalat jamaah sekian tahun, berarti ada beberapa ayat yang sudah akrab didengar.
·         Namun kenyataan yang ada di masyarakat seringkali para iman terbatas dalam bacaan. Surat Al Kafirun, Al Ikhlas, Al Falaq, dan surat-surat yang pendek merupakan bacaan yang lazim. Maka wajar jika surat-surat itulah yang sering dihafalkan oleh orang-orang. Sedangkan surat-surat yang lain, jangankan hafal ayat-ayatnya, kenal nama-nama suratnya pun tidak.
·         4. Teknik menulis sebelum menghafal
·         Sebagian penghafal Al Qur’an ada yang cocok dengan menulis ayat-ayat yang akan dihafal. Cara ini sebenarnya sudah sering dilakukan para ulama zaman dahulu. Setiap ilmu yang mereka hafal langsung mereka tulis. Hal ini dapat kita lihat dalam gubahan sya’ir mereka yang menganjurkan penulis ilmu (yang artinya):
·         Ilmu itu bagaikan binatang buruan, dan penulis adalah tali ikatannya.
·         Ikatlah binatang-binatang buruanmu dengan tali-tali yang kuat.
·         Adalah perbuatan yang dungu, jika engkau berburu rusa, kemudian engkau lepaskan di antara binatang-binatang buruan yang lain secara bebas.
·         Sebenarnya teknik apapun yang kita lakukan, tidak akan terlepas dari pembacaan yang berulang-ulang sampai kita dapat mengucapkannya tanpa melihat mushaf sedikit pun. Teknik-teknik di atas hanyalah langkah awal yang sering dilakukan para penghafal Al Qur’an ketika memulai menghafal agar mendapat kemudahan. Sedang cara mana yang paling ideal, hampir tidak dapat dipastikan. Karena semua teknik di atas sesuai dengan selera para penghafal itu sendiri.
·         Kesimpulannya, yang paling baik adalah yang membuat kita betah dan merasakan kenikmatan ketika menghafal. Silakan mencoba yang paling baik dan yang paling mudah untuk kita lakukan. Selamat mencoba, semoga Allah memberi taufik dan pertolongan kepada kita. Jangan lupa banyak berdoa dan mengingat yang kita hafal adalah Kalam Allah yang Mahaagung & Mahasuci.(diolah dari: Kiat Sukses Menjadi Hafizh Quran Daiyah, Abdul Aziz Abdul Rauf, Al Hafidz, Penerbit Asy Syaamil, tahun 2000, hlm. 59-64).{}
UNTUK MENGHAFAL AL-QUR AN

          Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad r. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:
Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:

1-   Bacalah ayat pertama 20 kali:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {1}

2-   Bacalah ayat kedua 20 kali:
وَءَاتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا {2}
3-   Bacalah ayat ketiga 20 kali:
وَإِنْ خِفْتُمْ أّلاَّتُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَاطَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّتَعُولُوا {3}

4-   Bacalah ayat keempat 20 kali:
وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا {4}

5-   Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.
6-   Bacalah ayat kelima 20 kali:
وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}

7-   Bacalah ayat keenam 20 kali:
وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَابَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهَدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا {6}

8-   Bacalah ayat ketujuh 20 kali:
لِّلرِّجَالِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا {7}

9-   Bacalah ayat  kedelapan 20 kali:
وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُوا الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {8}

10-        Kemudian membaca  ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.
11-        Bacalah ayat  ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
          Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.

BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?
          Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
          Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.
Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.
          Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

          BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?
          Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran  setiap dua minggu sekali.
Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.

          APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?
          Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun,  jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.
Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat,  dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)". (HR. Ahmad).
Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:
-      Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",
-      Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",
-      Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",
-      Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",
-      Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",
-      Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",
-      Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".
         
          Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:
-      huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,
-      huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,
-      huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,
-      huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,
-      huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,
-      huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,
-      huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".

Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?
          Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan  cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:
1-   Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.
2-   Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.
3-   Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.
4-   Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.
5-   Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang  sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.
















CARA MENGHAFAL AL-QUR’AN

Jumlah Hafalan Setiap Hari       Waktu yang dibutuhkan untuk hafal 
seluruh ayat Al-Qur’an
                                                TAHUN           BULAN           HARI
1 ayat                                       17        7          9
2 ayat                                       8          9          18
3 ayat                                       5          10        13
4 ayat                                       4          4          24
5 ayat                                       3          6          7
6 ayat                                       2          11        4
7 ayat                                       2          6          3
8 ayat                                       2          2          12
9 ayat                                       1          11        12
10 ayat                                     1          9          3
11 ayat                                     1          7          6
12 ayat                                     1          5          15
13 ayat                                     1          4          6
14 ayat                                     1          3          -
15 ayat                                     1          2          1
16 ayat                                     1          1          6
17 ayat                                     1          -           10
18 ayat                                     -           11        19
½ halaman                                3          4          24
1 halaman                                 1          8          12
2 halaman                                          -  10        6
Sebelum menghafal
1. Mempunyai
azam dan minat untuk menghafal
2. Memilih
waktu yang sesuai untuk menghafal.
3. Memilih
tempat yang sesuai untuk menghafal.
4. Berada
dalam keadaan tenang.
5. Kosongkan
fikiran sebelum menghafal.
6. Pilih
sebuah jenis mashaf dan jangan ubah dengan jenis mashaf lain.
7. Beristighfar,
membaca selawat dan doa sebelum mula menghafal.
8. Membaca
ayat 164 surah Al-Baqarah sebelum mula menghafal.
Teknik Menghafal
A.
Teknik "Chunking"
1. Memisah-misahkan
sepotong ayat yang panjang kepada beberapa bahagian yang sesuai mengikut arahan
guru.
2. Memisah-misahkan
selembar mukasurat kepada beberapa bahagian (2 atau 3 bahagian) yang sesuai.
3. Memisah-misahkan
surah kepada beberapa bahagian, contohnya mengikut pertukaran cerita.
4. Memisah-misahkan
juz kepada beberapa bahagian mengikut surah, hizib, rubu’, cerita dan
sebagainya.
5. Memisah-misahkan
Al-Qur’an kepada kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya.
B. Teknik Mengulang
1. Membaca
sepotong atau sebahagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mula menghafalnya.
2. Membaca
ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih) sebelum berpindah
ke ayat seterusnya.
3. Selepas
menghafal setiap setengah mukasurat, harus diulang beberapa kali sebelum
diteruskan bahagian yang kedua.
4. Selepas
menghafal satu mukasurat diulang beberapa kali sebelum diteruskan ke muka surat
seterusnya.
5. Sebelum
menghafal bahagian Al-Qur’an seterusnya, harus diulang bahagian yang
sebelumnya.
C. Teknik Tumpu dan Ingat
1. Menumpukan
penglihatan kepada ayat, mukasurat dan lebaran.
2. Pejamkan
mata dan cuba melihatnya dengan minda.
3. Sekiranya
masih lagi kabur, buka mati dan tumpukan kembali kepada mashaf.
4. Ulanglah
sehingga dapat melihat ayat atau mukasurat tersebut dengan mata tertutup.
D. Teknik Menghafal Dengan Seorang Teman
1. Pilih
seorang teman yang sama minat.
2. Orang
yang pertama membaca dengan disemak oleh orang yang kedua.
3. Orang
yang kedua membaca dengan disemak oleh orang yang pertama.
4. Saling
menebuk ayat antara satu sama lain.
E. Teknik Mendengar Kaset
1. Pilih
seorang qari’ yang baik bagi seluruh Al-Qur’an atau beberapa qari’ bagi
surah-surah tertentu.
2. Sebelum
mula menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali.
3. Amati
cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari’ tersebut sehingga terpahat di
fikiran.
4. Mula
menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari’ tersebut.
5. Sentiasa
mendengar kaset bacaan Al-Qur’an dan kurangkan atau tinggalkan pendengaran lagu
kerana ia akan mengganggu penghafalan.
F. Teknik Merakamkan Suara
1. Rakamkan
bacaan kita di dalam kaset dan dengar semula untuk memastikan bacaan dan
hafalan yang betul.
2. Bagi
kanak-kanak, rakamkan bacaan ibu-bapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan
kanak-kanak tersebut. Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rakaman
tersebut beberapa kali hingga menghafalnya.
G. Teknik Menulis
1. Tulis
kembali mukasurat yang telah dihafal.
2. Kemudian
semak semula dengan mashaf.
3. Menulis
setiap ayat pertama awal mukasurat, atau setiap rubu’, atau setiap juz, atau
setiap surah dalam satu helai kertas.
H. Teknik "Pointers" dan "Keyword"
1. Buat
beberapa kotak.
2. Setiap
kotak merupakan satu mukasurat.
3. Catit
dalam kotak tersebut beberapa perkataan yang menjadi keyword bagi mukasurat
tersebut.
4. Merenung
dan membayangkan kotak tersebut dalam ingatan.
I. Teknik Menghafal Sebelum Tidur
1. Membaca
atau menghafal beberapa potong ayat sebelum tidur.
2. Semasa
melelapkan mata, dengar kaset bacaan ayat-ayat tersebut dan bayangkan
posisi-nya di minda kita.
3. Dengar
kembali dari awal surah, juz atau hizib, atau mana-mana yang sesuai sehingga
ayat yang telah dihafal. Cuba bayangkan ayat-ayat yang didengar dari kaset di
minda kita.
J. Teknik "Mindmaping"
1. Bagi
setiap Juz, buat 8 cabang, setiap cabang satu rubu’. Tulis ayat pertama rubu’
tersebut dicabangnya.
2. Bagi
setiap surah, buat cabang bagi setiap pertukaran cerita atau rubu’.
3. Bagi
setiap 10 juz, buat cabang bagi setiap juz, dan cabang yang lebih kecil bagi
rubu’.
Mengekalkan Hafalan
1. Jauhi
maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati.
2. Banyak
berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika
belayar, selepas azan dan lain-lain lagi.
3. Kerjakan
solat hajat kepada Allah.

4. Kerjakan
solat
Taqwiyatul hifz. *)
5. Menetapkan
kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan
sebagainya.
6. Membaca
pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam.
7. Jangan
membaca ketika sedang bosan, marah atau ngantuk.
8. Menulis
setiap ayat yang mutashabih.

(MENGUATKAN HAFALAN)
Disunatkan bagi mereka yang ingin menguatkan
hafalan mereka, terutama yang menghafal Al-Quran, agar mengerjakan solat sunat
Taqwiyatul Hifzi.
Kaedahnya:
1. Mengerjakan solat ini
empat rakaat dengan dua kali tahiyat akhir.
2. Mengerjakannya pada malam
Jumaat, sebaik-baiknya selepas tidur.
3. Mengerjakannya 3, 5 atau 7
malam Jumaat berturut-turut.
4. Membaca pada rakaat
pertama Surah Yaasin.
5. Membaca pada rakaat kedua
Surah Ad-Dukhan
6. Membaca pada rakaat ketiga
Surah As-Sajadah.
7. Membaca pada rakaat
keempat Surah Muluk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar